181206151811-5-pen.jpg

Septian Danardi

5 Pengedar dan Pemakai Sabu di Kota Tasikmalaya Diciduk Polisi

TKP

Kamis, 6 Desember 2018 | 15:13 WIB

Wartawan: Septian Danardi

LIMA pengedar dan pengguna Narkoba yang kerap beroperasi di wilayah Kota Tasikmalaya, digaruk Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya Kota. Diantara lima tersangka tersebut merupakan residivis dengan kasus yang sama.

Lima tersangka pengedar dan pengguna narkoba jenis sabu, ganja dan pil psikotropika itu diamankan dalam waktu kurang lebih dua pekan.

"Penggerebegan yang digelar mulai 23 sampai 2 desember melalui operasi Anti Narkotika 2018.  Alhamdulillah bisa mengungkap peredaran narkotika di wilayah Kota Tasikmalaya," kata Wakapolres Tasikmalaya Kota, Kompol Widi Setiawan, saat gelar perkara di Mako Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (6/12/2018).

Dikatakan, dari lima tersangka yang diamankan beberapa perannya pengedar ada juga sebagai pengguna. Mereka yang diamankan tersebut terdiri dari tiga jaringan di antaranya, YM alias Sules, DD alias Adong, AS alias Edo, RH dan RP.

"Untuk peredaran narkotika dari lima pelaku ini ada ti kelompok atau jaringan. Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui bandar yang mengendalikannya dari ketiga jaringan tersebut," katanya.

Dari para tangan tersangka, kata Widi, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang di antaranya 25 gram sabu, 1,5 gram ganja dan 57 butir pil golongan psikotropika. Menurutnya, barang haram tersebut saat ditemukan petugas sudah dalam kemasan paket kecil siap edar. Selain itu, dalam penggerebegan diamankan juga sejumlah alat hisap sabu.

Modus pelaku dalam mengedarkan narkoba itu masih menggunakan metode lama, yakni barang atau narkoba ditempel disalah satu tempat yang sudah disepakati antara pembeli dan penjual.

"Transaksi yang dilakukan pengedar dan pembeli yakni, paket ditempel di tiang listrik, di pohon atau di lokasi yang telah ditentukan melalui komunikasi  telepon. Paket ditandai menggunakan bungkus kopi, balon ataupun bungkus rokok," katanya.

Kata Widi, Tersangka bisa dijerat dengan undang-undang Narkotika pasal yang berbeda-beda. Ancamannya pasal 111, 112, 114 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal kurungan 4 sampai 5 tahun. Sedangkan untuk psikotrofika, pasal 62 UU Psikotropika minimal kurungan 4 tahun.

Ditambah, lanjut Widi, menjelang Natal dan Tahun Baru, kepolisian berkomitmen dengan pemerintah dan BNN untuk meminimalisir peredaran Narkotika di Kota Tasikmalaya. Pihaknya akan melakukan razia di berbagai tempat rawan peredaran narkoba di Kota Tasikmalaya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR