181113071727-hati-.jpg

dok/net

Hati-hati, Begini Modus Penipuan Berkedok Rekrutmen PT KAI

TKP

Selasa, 13 November 2018 | 07:10 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

MASYARAKAT diimbau waspada penipuan berkedok rekrutmen PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyusul adanya 128 orang yang menjadi korban penipuan dengan modus penerimaan pegawai PT KAI yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab di Stasiun Gambir, Minggu (11/11/2018).

Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo, di Jakarta, Senin (12/11/2018), menjelaskan, modus pelaku adalah korban diiming-imingi untuk berangkat mengikuti pendidikan dan pelatihan calon pegawai PT KAI di Yogyakarta dengan membayar sejumlah uang kepada oknum tersebut yang berkisar antara Rp20 juta rupiah.

Baca Juga: Seorang Pelaku Penipuan Rp 23 Triliun Masih Buron

Para korban penipuan diamankan oleh petugas Stasiun Gambir karena kedapatan menggunakan tiket palsu untuk keberangkatan KA Argo Lawu 11 November 2018 pukul 20.15 WIB.

PT KAI dengan tegas menyatakan, segala proses rekrutmen resmi PT KAI, mulai dari pengumuman hingga proses pengiriman berkas hanya dilakukan melalui website resmi PT KAI yakni https://recruitment.kai.id . Setiap pelaksanaan perekrutan pegawai yang dilakukan oleh PT KAI tidak dikenakan biaya apapun, termasuk uang muka, uang tanda jadi, atau segala jenis biaya serupa.

Baca Juga: Sebut Nama Ratna Sarumpaet, Pelaku Penipuan Senilai Rp 23 triliun Dibekuk Polisi

"Manajemen PT KAI mengimbau kepada masyarakat untuk waspada atas segala upaya penipuan yang memanfaatkan momen perekrutan pegawai PT KAI, " katanya.

Masyarakat diharapkan lebih jeli dan teliti bila mendapatkan pesan berupa pengumuman rekrutmen. " Jangan mudah tertarik dan waspada akan segala bentuk kemudahan yang ditawarkan untuk menjadi pegawai dari oknum yang mengatasnamakan PT KAI, "katanya.

Baca Juga: Sebanyak 128 Orang Korban Hoax Terlantar di Gambir

Selain itu, PT KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meneruskan/menyebarkan pesan tentang pengumuman rekrutmen PT KAI yang terindikasi palsu untuk menghindari semakin banyaknya orang yang tertipu oleh oknum pembuat rekrutmen palsu tersebut.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR