181107192708-ini-p.jpg

Pikiran Rakyat

Ilustrasi.

Ini Penyebab Kebakaran SPBU 5468110

TKP

Rabu, 7 November 2018 | 19:26 WIB

Wartawan: Dadang Setiawan

KAPOLRES Jember, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, kebakaran SPBU 5468110 di Jalan Brawijaya Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga karena korsleting listrik pada pompa atau dispenser BBM di SPBU setempat, setelah ditabrak Bus Jember Indah.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran dari olah TKP dan persesuaian dengan saksi-saksi yakni korsleting listrik akibat dispenser BBM yang ditabrak Bus Jember Indah," katanya di Mapolres Jember, Rabu (7/11/2018).

SPBU Mangli yang berada di Jalan Brawijaya terbakar setelah Bus Jember Indah menabrak pompa BBM yang berada di SPBU setempat, sehingga menyebabkan sopir bus tersebut tewas terbakar di lokasi kejadian pada Selasa (6/11/2018) malam.

Menurutnya, bus tersebut melaju cukup kencang di dalam area SPBU saat hendak mengisi bahan bakar, sehingga tidak bisa mengendalikan kemudi hingga menabrak salah satu dispenser BBM yang menyebabkan dispenser itu mengalami korsleting listrik dan meledak hingga menyebabkan kebakaran.

"Itu baru dugaaan awal karena kepastian penyebab kebakaran SPBU di Jalan Brawijaya itu akan diselidiki laboratorium forensik Polda Jatim yang kemungkinan tiba di Jember hari ini atau besok Kamis (8/11/2018)," tuturnya seperti dilansirkan Antara.

Ia menjelaskan, polisi sudah mendapatkan identitas korban yang terbakar yakni sopir bernama Iswanto (35) warga Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, sehingga polisi sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk pemakaman korban.

"Kami memasang garis polisi untuk proses penyelidikan dan garis polisi itu akan dibuka setelah tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP, kemudian pemilik SPBU bisa melakukan perbaikan," imbuhnya.

Sejumlah karyawan SPBU di Jalan Brawijaya tersebut juga dimintai keterangan terkait dengan kronologis terbakarnya SPBU yang ditabrak oleh Bus Jember Indah, bahkan karyawan SPBU sudah melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) yang berada di SPBU setempat.

"APAR tidak mampu memadamkan kobaran api yang cukup besar, sehingga kebakaran bus dan SPBU baru bisa dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran datang," ujarnya.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR