181009111810-selai.jpg

dokumen galamedianews.com

Selain Presiden KSPI, Direktur RS Khusus Bedah Bina Estetika Dipanggil Polisi Soal Ratna Sarumpaet

TKP

Selasa, 9 Oktober 2018 | 11:15 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

PENYIDIK Polda Metro Jaya memanggil Direktur Rumah Sakit (RS) Khusus Bedah Bina Estetika Dede Kristian untuk diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks yang dengan tersangka aktivis perempuan Ratna Sarumpaet.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, introgasi terhadap saksi dari pihak RS Bina Estetika dijadwalkan hari ini.

"Iya benar, agendanya begitu (pemeriksa pihak RS Bina Estetika)," ungkap Argo saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (9/10/2018).

Penyidik butuh keterangan pihak RS Bina Estetika untuk melengkapi berkas perkara hoaks Ratna Sarumpaet, setelah pemanggilan pertama gagal karena pihak rumah sakit tidak menolak berikan rekam medis operasi sedot lemak karena polisi tidak menunjukkan surat perintah dari pengadilan.

"Kita periksa untuk melengkapi berkas penyidik," pungkas mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur itu.

Sebelumnya diberitakan Okezone, polisi telah memanggil Dede Kristian pada Kamis 4 Oktober kemarin. Namun, yang bersangkutan tidak mau memberikan rekam medis operasi sedot lemak Ratna Sarumpaet sebelum polisi menunjukkan surat perintah dari pengadilan seusai ketentuan.

"Kami pada prinsipnya tidak berikan data medis sebelum ada perintah dari oengadilan, kami menunggu perintah pengadilan, baru itu bisa dilakukan," kata Pengacara Bina Estetika Arrisman di Mapolda Metro Jaya, Kamis 4 Oktober lalu.

Ratna Sarumpaet secara resmi mengakui pernah lakukan operasi sedot lemak di RS Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat. Bekas operasi itu kemusdian dijadikan alasan menyebar kabar bohong mengaku dikeroyok orang sehingga ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR