181007213347-warga.jpg

Agus Somantri

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, bersama Komandan Kodim (Dandim) 0611 Garut, Letkol Inf. Asyraf Aziz

Warga Garut Diresahkan Beredarnya Kemunculan Grup FB Gay Siswa SMP/SMA

TKP

Minggu, 7 Oktober 2018 | 21:31 WIB

Wartawan: Agus Somantri

WARGA Kabupaten Garut dihebohkan dengan munculnya akun Facebook grup penyuka sesama jenis dalam beberapa hari terakhir ini. Screen shot laman grup FB tersebut, menyebar di berbagai grup aplikasi pesan What's App sehingga menimbulkan keresahan berbagai kalangan.

Bahkan, keberadaan grup penyuka sesama jenis di Garut ini terkesan sudah sedemikian terbuka dan anggotanya sudah ribuan orang. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, grup ini anggotanya terdiri dari siswa SMP dan SMA.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kabupaten Garut, Rahayu, mengaku sangat prihatin dan miris dengan fenomena yang menurutnya sudah tak wajar ini. Ia pun meminta pihak berwenang agar segera turun tangan guna menangani masalah yang dianggapnya sangat serius ini.

"Tentu sangat prihatin sekaligus miris. Saya mendapatkan informasi adanya grup itu dari grup whatsapp MGMP sekitar dua hari yang lalu," ujarnya, Minggu (7/10/2018).

Menurut Rahayu, selain di grup whatsapp MGMP, informasi tentang keberadaan grup penyuka sesama jenis yang anggotanya terdiri dari siswa SMP dan SMA itu juga bermunculan di grup whatsapp lainnya.

Diakui Rahayu, merasa penasaran dengan keberadaan grup tersebut, ia pun beserta sejumlah guru lainnya mencoba membuka akunnya. Benar saja, grup (penyuka sesama jenis) tersebut memang ada bahkan bukan hanya satu tapi sedikitnya ada tiga grup.

"Hasil penelusuran yang kami lakukan, ada tiga grup penyuka sesama jenis yang beredar. Pertama yang dikhususkan untuk anak sekolah SMP dan SMA. Sedangkan dua grup lain untuk beberapa wilayah kecamatan," ucapnya.

Dianggap keberadaan grup tersebut sangat tak pantas dan membahayakan, Diungkapkan Rahayu, MGMP pun akan segera melaporkan hal itu ke Polres Garut. Ia menilai, tindakan hukum harus diberikan kepada pembuat grup dan para pelaku.

"Biasanya mereka yang jadi penyuka sesama jenis ini karena faktor lingkungan. Ditambah kurangnya kasih sayang dari keluarga," tuturnya.

Ungkapan senada dilontarkan pemerhati pendidikan di Garut. Ketua Garut Education Watch (GEW), Sony Mulyadi Supriadi, menilai fenomena ini harus mendapat perhatian yang sangat serius dari semua kalangan.

"Ini merupakan tanggung jawab bersama dan semua elemen harus turun tangan untuk mengatasinya," katanya.

Dikatakan Sony, meskipun dalam grup tersebut disebutkan anggotanya terdiri dari anak-anak SMP dan SMA, tapi hal itu bukan berarti hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah dan dinas pendidikan saja. Namun semua elemen yang ada, termasuk para ulama/tokoh agama, aparat penegak hukum dan juga masyarakat harus turun langsung mengingat efek yang ditimbulkannya sangat besar.

Menurut Sony, peranan guru BP di sekolah juga dituntut harus lebih aktif. Mereka harus turun langsung melakukan pendataan juga pembinaan karena tak menutup kemungkinan siswa di sekolahnya ada di dalam grup penyuka sesama jenis itu.

"Yang jelas kami sangat prihatin dan sama sekali tidak menduga sudah separah ini. Dari informasi yang kami dapatkan, jumlah anggotanya pun sudah mencapai 2600 orang lebih," ujarnya.

Sony pun meminta aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian segera bertindak dan mengambil langkah-langkah penanganan. Ia juga melihat kasus ini masuk dalam pelanggaran UU IT yang harus diusut tuntas.

Sementara itu Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengaku jika pihaknya sudah menerima informasi terkait adanya grup penyuka sesama jenis di Garut melalui akun facebook itu. Pihaknya pun akan langsung melakukan penyelidikan terkait keberadaan grup tersebut.

"Informasi sudah kami terima. Kami pasti akan selidiki grup ini," ucapnya.

Senada dengan Kapolres, Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz pun mengaku tengah memantau aktivitas grup tersebut. "Saya hanya ingatkan hati-hati azab Allah jika kita biarkan,"tegasnya.

Diakui Dandim, pihaknya pun telah melihat dan mendalami grup tersebut dengan melihat langsung postingan-postingan dari para anggotanya. Menurutnya, isinya sangat menjijikan.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR