180912200437-bawa-.jpg

Agus Somantri

YS (35), warga Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, dan IH (35), warga Kecamatan Karangpawitan diciduk Polsek Garut Kota karena mengaku-ngaku sebagai anggota polisi.

Bawa Kabur Sepeda Motor, Polisi Gadungan Dibekuk Aparat Polsek Garut

TKP

Rabu, 12 September 2018 | 20:04 WIB

Wartawan: Agus Somantri

JAJARAN Satreskrim Polsek Garut Kota membekuk dua orang pelaku tipu gelap yang dalam menjalankan aksinya selalu mengaku sebagai anggota polisi. Modus yang dilakukan dua polisi gadungan tersebut dengan pura-pura memeriksa surat kendaraan milik warga di jalan raya, selanjutnya kedua orang tersebut membawa kabur motor milik korbannya.  

Kapolsek Garut Kota, Kompol Uus Susilo, mengatakan penangkapan terhadap dua polisi gadungan tersebut bermula saat pihaknya menerima laporan dari seorang korban atas nama Robi Zatnika (21), yang mengaku jika kendaraan jenis Yamaha Vixion miliknya telah dibawa kabur kedua pelaku.  

Menurut Uus, kejadian tersebut berawal saat melintasi Jalan Ciledug korban diikuti oleh dua orang yang menggunakan motor matic jenis vario. Setibanya di Jalan Papandayan, korban pun dihentikan oleh kedua orang yang mengaku sebagai anggota polisi itu. Kemudian korban diminta kedua orang ini untuk mengikutinya dan berhenti di Jalan Kabupaten, dekat Gedung Pendopo Garut, tepatnya di gerbang barat.  

"Setelah berhenti kedua pelaku ini lalu menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan milik korban," ujarnya di Mapolsek Garut Kota, Jalan Pasundan, Rabu (12/9/2018).

Kebetulan, terang Uus, saat itu korban tidak membawa surat-surat seperti yang diminta, sehingga pelaku pun menyuruhnya untuk mengambil dulu STNK, namun handphone jenis Blackberry dan uang tunai sebesar Rp 80 ribu milik korban diambil. Korban yang tidak menaruh curiga pun langsung pergi untuk mengambil STNK kendaraannya dengan harapan sepeda motor dan barang lainnya yang disita pelaku bisa dibawa pulang.   

Namun ternyata, lanjut Uus, saat korban sudah membawa STNK dan kembali ke Jalan Kabupaten, kendaraan berikut dua orang yang mengambilnya sudah tidak ada lagi di lokasi. Sadar sudah kena tipu, korban pun langsung melaporkannya ke Mapolsek Garut Kota.

"Kerugian yang dialami korban akibat kejadian tersebut mencapai Rp23.280.000, karena motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi Z 6837 BG dan BB juga uang tunai raib," ucapnya.

Uus menyebutkan, tertangkapnya dua orang polisi gadungan ini sendiri adalah buah dari komunikasi yang baik antara penyidik dengan korban. Pada Jumat (7/9), pihaknya menerima informasi dari korban bahwa ia melihat kendaraan yang digunakan pelaku saat beraksi mengaku sebagai polisi, namun tengah digunakan oleh salah satu pelajar sekolah menengah kejuruan.

Menerima informasi tersebut, ucap Uus, pihaknya pun langsung meluncur ke sekolah yang dimaksudkan. Dan saat bubar jam sekolah, pihaknya sempat mengikuti pelajar tersebut selanjutnya dimintai keterangan.

"Dari pelajar tersebut kita menerima informasi jika kendaraan yang digunakannnya itu adalah milik pamannya. Saat itu juga kita langsung melakukan penangkapan tersangka pertama berinisial YS (35), di rumahnya di wilayah Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul," katanya.  
 
Uus menuturkan, setelah menangkap YS, pihaknya pun langsung melakukan pemeriksaan secara intensif kepada tersangka pertama karena dari keterangan korban ada dua orang pelakunya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, akhirnya terungkap satu orang tersangka lainnya berinisial IH (35), warga Kecamatan Karangpawitan.

"Tersangka kedua ini kita amankan pada malam harinya sekitar pukul 23.30 di rumahnya di wilayah Kecamatan Karangpawitan. Setelah dilakukan pendalaman, ternyata aksi yang mereka lakukan ini sudah lebih dari satu kali. Dari pengakuan keduanya, setidaknya mereka sudah memetik 5 kendaraan bermotor roda dua," ujarnya.

Uus menyebutkan, selain di Jalan Kabupaten, kepada penyidik mereka juga mengaku melakukan aksi yang sama diantaranya di Jalan Bratayudha, kawasan Jayaraga, Jalan Merdeka, tepatnya di kawasan Kherkof dan di Tarogong Kidul. Seluruh korbannya pun sudah melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian, baik melalui Polsek setempat maupun langsung ke Polres Garut.

Uus menambahkan, dari kedua tersangka pihaknya berhasil mengamankan tiga barang bukti berupa kendaraan bermotor roda dua, baik hasil dari aksi keduanya maupun kendaraan yang digunakan saat melakukan aksi kejahatannya.

"Tetapi memang ada beberapa barang bukti lagi yang belum kita dapatkan, karena berdasarkan pengakuan tersangka mereka sudah menggadaikan kendaraanya di beberapa wilayah untuk bisa mendapatkan uang," katanya.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR