180912191213-sita-.jpg

Remy Suryadie

Sita Sabu Senilai Rp 21 miliar, Polda Jabar Gagalkan Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia-Bandung

TKP

Rabu, 12 September 2018 | 19:12 WIB

Wartawan: Remy Suryadie

DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Jabar berhasil mengamankan peredaran narkoba jenis sabu seberat 10,479 kg, dari tiga anggota sindikat jaringan Malaysia-Bandung.  Peredaran narkoba tersebut dikendalikan oleh seorang napi Lapas Kelas II A Subang, Edi Junaedi alias Edo (30).

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Enggar Pareanom kepada wartawan di Mapolda Jabar,  Rabu (12/8/2018) mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini berhasil terbongkar tidak terlepas dari kerja sama antara Kalapas Subang Kadiyono, Patroli Jalan Raya (PJR) Mabes Polri, dan PJR Polda Jabar.

Kronologi penangkapan berawal dari pengejaran dua tersangka yang sebelumnya sudah diintai, yakni Isep Sumarna alias KAsep alias Kuman (28) dan Yana Karyana alias Ned (29) yang hendak mengirimkan narkoba melalui jalan tol Kilometer (Km) 59 Karawang Timur pada Rabu 5 September 2018 sekitar pukul 22.00 WIB.

“Dari tersangka, kami mendapatkan barang bukti sabu yang dikemas dalam bungkus teh hijau seb erat 10,479 kg,” jelas Agung.

Dalam beraksi, lanjut Agung, ketiga tersangka menerapkan modus, tersangka Yana dan Isep diperintah oleh tersangka Edi alias Edo untuk mengambil satu kantong plastik hitam berisi 10 (sepuluh ) paket besar narkotika jenis sabu di dalam bekas kemasan teh China.

Tersangka Yana dan Isep yang mengaku sudah lima kali mengantarkan narkoba, diimingi upah Rp 4.000.000 untuk setiap pengambilan sabu.

Sementara itu menurut  Enggar,  selain barang bukti sabu sebesar 10,479 kg senilai Rp21 miliar, penyidik juga mengamankan satu unit mobil Datsun Go warna putih nopol D 1564 AFX, dua unit ponsel milik Yana, Dua ponsel milik Isep, dan tiga ponsel Samsung milik Edi alias Edo.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2, Pasal 115 ayat 2, Pasal 112 ayat 2, dan Pasal 132 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun atau seumur  hidup dan atau hukuman mati.

Selanjutnya, lanjut Enggar,  tersangka Edi mengendalikan sindikat narkoba ini dari dalam Lapas Kelas II A Subang setelah mendapat kiriman sabu-sabu dari Malaysia melalui jalur laut. Setelah tiba di Tanjungpriok, Jakarta, Edi memerintahkan tersangka Yana dan Isep untuk mengambil barang haram itu.

“Edi merupakan sindikat narkoba internasional. Wilayah pemasaran sabu-sabu sindikat Edi alias Edo ini seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung. Dari bisnis ini, Edi mengaku meraup keuntungan Rp5 juta-Rp10 juta per minggu,” kata Enggar.

Masih dikataman Enggar, berkat pengungkapan ini, 52.395 jiwa masyarakat berhasil diselamatkan. Hitungannya, berat 1 gram diasumsikan digunakan oleh lima orang.

“Dapat diartikan dari sabu seberat 10,479 kg  dikalikan lima orang sama dengan 52.395 Jiwa terselamatkan melalui pengungkapan ini,” jelas Enggar.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR