180808205210-haris.jpg

Agus Somantri

Truk yang dikendarai korban nampak hancur akibat tertimpa batu dan alat penyaring pasir dari atas bukit di lokasi galian pasir Tutugan Leles, Selasa (7/8/2018).

Haris Tewas Setelah Truk yang Dibawanya Tertimpa Batu

TKP

Rabu, 8 Agustus 2018 | 20:52 WIB

Wartawan: Agus Somantri

NASIB naas menimpa Haris, warga Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pria yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut tewas setelah tertimpa batu dari atas bukit saat tengah mengantri pasir di lokasi galian pasir Tutugan Leles, Kecamatan Leles.

Seorang sopir truk rekan korban yang enggan disebutkan namanya menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (7/8/2018) sekitar pukul 02.00 dinihari. Saat kejadian, Haris tengah berada di dalam truk yang dikendarainya menunggu giliran antrian pasir.

"Ada sekitar lima truk yang antre saat itu. Truk korban berada paling depan, kalau saya ada di paling belakang," ujarnya," Rabu (8/8/2018).

Menurutnya, saat batu besar tersebut jatuh dari atas bukit korban sempat berusaha memajukan kendaraannya, namun batu mengelinding lebih cepat dan tepat menimpa truk dimana saat itu korban berada.  

Selain batu, lanjutnya, alat penyaring pasir juga menimpa truk, sehingga menyebabkan bagian depan truk hancur. Evakuasi terhadap korban cukup mengalami kesulitan karena badan korban terjepit. Selain Haris, beberapa orang yang berada di sekitar lokasi kejadian juga mengalami luka-luka.

"Kami berusaha menolong korban. Tapi sempat kesulitan karena bagian truk tertimpa batu dan korban terjepit," ucapnya.

Ia menyebutkan, setelah berhasil dievakuasi, selanjutnya para sopir dan pekerja di galian pasir segera membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Namun sayang, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

Pengelola galian pasir Tutugan Leles, Indra, enggan berkomentar saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut. "Nanti lagi saja, saya sedang di luar," ujarnya saat dihubungi melalui telpon selulernya.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan pihaknya masih menelusuri dan melakukan pendalaman terkait adanya laporan kejadian longsor yang memakan korban jiwa di lokasi galian pasir Tutugan Leles tersebut. Ia pun meminta waktu untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

"Saya minta waktu ya, lagi didalami dulu," katanya.

Budi pun belum bisa memastikan terkait adanya korban jiwa dalam peristiwa itu. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi yang valid atas peristiwa yang terjadi di galian pasir tersebut.

"Kami cek dan ricek dulu. Ini masih didalami," tuturnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria, menyebutkan jika lokasi galian pasir di Tutugan Leles rawan terjadi bencana longsor. Ia pun mengimbau para pekerja dan warga lebih meningkatkan kewaspadaan di lokasi tersebut.

"Kami belum menerima laporan dari camat terkait adanya longsor di galian pasir tersebut. Nanti akan kami telusuri dulu," ucapnya.

Kendati demikian Dadi mengakui, jika potensi longsor di lokasi galian pasir tersebut cukup tinggi. Apalagi menurutnya pergerakan tanah di kawasan galian pasir tidak bisa diprediksi.  

"Memang di sana itu (lokasi galian pasir) bahaya. Harus hati-hati dan diperlukan kewaspadaan. Kami juga mengimbau kepada pengusaha agar ada jaminan keselamatan bagi para pekerja," katanya.    



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR