180806184640-mau-l.jpg

Septian Danardi

Mau Latihan Menembak, Anggota Polantas Malah Temukan Bayi

TKP

Senin, 6 Agustus 2018 | 18:46 WIB

Wartawan: Septian Danardi

DIDUGA dibuang orangtuanya, sesosok bayi perempuan ditemukan di dalam kardus yang dibungkus kain sarung kota-kotak warna oranye garis coklat. Bayi malang tersebut ditemukan oleh anggota Satlantas Polres Tasikmalaya yang hendak melakukan latihan menembak di kawasan Jalan Mangin Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Senin (6/8/2018).

Penemu bayi Brigadir Sopyan Permana menyebutkan, dirinya bersama anggota lain hendak latihan menembak. Namun saat melintasi jalan menuju lokasi latihan terlihat dus yang mencurigakan.

Setelah didekati dan dibuka, ternyata berisi bayi. Tanpa pikir panjang bayi tersebut langsung dibawa ke rumah sakit Respati.

Diakui Sopyan, dirinya sempat membantu perawat rumah sakit tersebut saat bayi mendapatkan tindakan medis. Setelah dilakukan tindakan medis, bayi kekurangan oksigen tangan bengkak serta kepala sebelah kanan bayi tersebut memar.

"Bayi ditemukan tadi sekitar pukul 11.00 WIB. Kebetulan kami tengah latihan menembak di kawasan situgede ternyata ditemukan dalam kardus bayi yang diduga dibuang orangtuanya. Kita langsung amankan, pertolong pertama dulu, kita bawa ke rumah sakit," kata Sopyan saat ditemui di rumah sakit.

Saat ditemukan, kata Sopyan, kondisi bayi dalam keadaan mengenaskan dan hanya terbungkus kain sarung didalam kardus tersebut. Tali ari-ari bayi itu masih menempel tubuhnya sudah terlihat membiru.

Kapolsek Mangkubumi, Ipda Agus Fredy membenarkan adanya temuan bayi tersebut. "Betul sekali kami dapat info dari Polres Kabupaten yang lagi latihan tembak. Anggota menemukan bayi tersebut. Dugaan sementara bayi malang ini sengaja dibuanh orang tuanya. Meski motifnya belum jelas. Bayi dilahirkan sekitar 3 jam sebelum ditemukan," katanya singkat.

Sementara dokter jaga RS Respati dr Galih Pamungkas menyebutkan, kondisi bayi cukup kritis sehingga pihak RS harus memberikan pernafasan bantuan karena bayi kekurangan oksigen dan memberikan infus. Kadar oksigen ditubuh bayi hanya 70 persen.

Bayi dengan bobot 1,6 kg ini disinyalir akibat persalinan paksa. Memar dikepala serta tangan bengkak menjadi salah satu indikasinya. "Saat ini, kondisinya belum stabil. Saat dibawa ke RS bayi kondisinya cukup kritis," katanya.

Sementara Polisi terus berupaya mengejar pelaku dengan melibatkan Satgas Anak.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR