180721122752-ini-s.jpg

dokumen galamedianews.com

Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen

Ini Sepak Terjang Kalapas Sukamiskin Wahid Husein

TKP

Sabtu, 21 Juli 2018 | 12:27 WIB

Wartawan: Lucky M. Lukman

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Lapas Klas I Sukamiskin, Wahid Husen bersama sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP)  pada Sabtu (21/7/2018) dini hari. Lewat OTT, KPK menduga ada praktik penyuapan dalam hal pemberian fasilitas kepada para napi tindak pidana korupsi yang menghuni lapas.

Siapa sebenarnya Wahid Husein? Pria berpostur tinggi ramping itu baru menjabat sebagai Kepala Lapas Sukamiskin sejak 19 Maret 2018. Ia menggantikan posisi Dedi Handoko yang dipromosikan menjabat Kadiv Pemasyarakatan di Kepri. Sebelum menjadi Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husen menjabat sebagai Kepala Lapas Klas I Madiun.

Dari catatan yang dimiliki galamedianews.com, Wahid Husen sebenarnya bukan nama yang asing bagi kalangan wartawan di Kota Bandung. Setidaknya pada tahun 2012-2014, ia sempat menjabat Kepala Lapas Klas II ABanceuy Bandung, lapas khusus narapidana kasus narkotika. Sebelum itu, ia juga sempat dipercaya memeganh kendali di Rutan Kebonwaru Bandung.

Ketika dia menduduki jabatan Kepala Lapas Banceuy, jajarannya pernah beberapa kali mengungkap kasus yang cukup menghebohkan. Salah satunya yaitu terungkapnya penyelundupan narkotika jenis sabu yang melibatkan dua napi, Rahmat alias Bajing dan Murzakir leluasa. Peristiwa yang diungkap BNN itu terjadi pada bulan Desember 2012.

Setelah itu, Wahid dan anak buahnya juga menggagalkan penyelundupan sabu lainnya pada 13 Februari 2014. Selepasnya, sebulan kemudian, ia dan jajarannya juga kembali menggagalkan penyelundupan sabu dan ganja ke dalam lapas.

Kariernya yang moncer pun kemudian membuahkan hasil. Wahid pun terus mendapat promosi hingga menduduki jabatan Kepala Lapas Klas I Sukamiskin. Sayangnya, kini ini harus berurusan dengan KPK karena diduga menerima suap dari narapidana penghuni lapas. Hingga siang ini, KPK masih belum mengeluarkan pernyataan rinci mengenai kasus itu. Namun KPK menyebut ada uang tunai rupiah dan valas yang sedang dihitung serta kendaraan yang juga diamankan sebagai barang bukti awal.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR