180712185359-densu.jpg

dokumen galamedianews.com

Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Bantul

TKP

Kamis, 12 Juli 2018 | 18:53 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

PENGGEREBEKAN terhadap dua terduga teroris di Bantul dilakukan dalam waktu yang jauh berbeda. Untuk Mar (42), warga Mrisi, Tirtonirmolo, Kasihan, ditangkap pukul 08.00 WIB. Sedangkan satu lagi terduga teroris yang diketahui berinisial Gut (32), ditangkap usai salat ashar di Masjid Al Falaah Dusun Kerto Tengah, Desa Kerto, Kecamatan Pleret, Bantul.

Penggerebekan terduga teroris di Dusun Kerto Tengah terjadi pada Rabu (11/7/2018) sore. Sejumlah polisi terdiri dari Densus 88, Polda DIY, Polres Bantul, dan Polsek Pleret berjaga di sejumlah titik di Dusun Kerto Tengah, Desa Pleret.

"Pas waktu salat jamaah di Masjid al-Falaah Kerto, Densus sudah berjaga di beberapa titik. Terus si Pak Gut keluar dari masjid, motornya langsung digerebek setelah salat ashar sekitar jam 15.15 WIB," ujar Ketua RW 08, Dusun Kerto Tengah, Mujiyono, Kamis (12/7/2018).

Dijelaskannya, sebelum aksi penangkapan di kompleks Masjid, dirinya memang ditemui beberapa anggota Densus dan menyampaikan maksud kedatangannya. Setelah Gut ditangkap, langsung kepalanya ditutup kain dan dibawa petugas dengan sepeda motor.

Kemudian, petugas juga mendatangi  rumah kontrakan Gut yang diketahui sebagai warga pendatang asal Karangkajen, Kota Yogyakarta. Di tempat tersebut petugas bersenjata lengkap mengamankan sejumlah barang milik Gut. Di antaranya komputer, alat-alat untuk memproduksi panah, busur, buku kajian agama, senapan angin, senjata tajam, HP, dan kamera digital. "Gut memang penjual panah yang dijual secara online," ucapnya.

Polisi kemudian meminta istri Ketua RW Mujiyono, Nur Habibah untuk membantu memeriksa istri terduga teroris. Ini dilakukan karena tidak ada polwan saat penangkapan. Nur Habibah menjelaskan, dia diminta menggeledah semua pakaian dan tubuh istri Gut."  Saya katakan aman namun istrinya tengah hamil," ucap Nur.

Diapun bertanya kepada istri Gut yang menyatakan mengandung anak ketiga dengan usia kandungan 4, 5 bulan.

Setelah dia memeriksa beberapa kali dan dinyatakan aman, Istri Gut yang sehari-hari menjadi penjahit dan dua anaknya kemudian diminta masuk ke mobil Densus 88 dan dibawa ke Mapolres Bantul.

Nur Habibah juga turut mendampingi istri Gut, menuju ke Polres Bantul saat salat mahgrib tiba. "Istri Gut diperiksa Polwan di Polres Bantul hingga pukul 20.00 WIB. Dan akhirnya diantar lulang bersama anaknya sekitar pukul 20.30 WIB," bebernya.

Kapolres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di Padukuhan Kerto Tengah, Desa Imogiri serta di Tirtonirmolo, Kasihan. Namun demikian, Sahat tidak mau menjelaskan kasus yang menimpa dua orang tersebut. "Operasi penangkapan itu langsung dari Densus 88 Mabes Polri. Dan ini wilayah mereka (Densus)," ucapnya singkat.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR