180622171010-ini-a.jpg

merdeka.com

Ini Alasan Beler Bunuh Anggota Geng Motor dengan Gergaji Es

TKP

Jumat, 22 Juni 2018 | 17:09 WIB

Wartawan: Dadang Setiawan

PETUGAS Polres Karawang menggelar rekontruksi kasus yang menewaskan salah seorang geng motor di Karawang di tempat kejadian perkara GOR Panatayuda, Kelurahan Nagasari, Karawang, Jumat (22/6/2018).

Dalam rekontruksi tersangka Y alias Beler dan dua temannya, serta 14 saksi memperagakan 22 adegan dalam reka ulang. Sementara korbannya diperagakan anggota kepolisian.
Beler (17) warga Dipo Timur Kelurahan Nagasari, Karawang Barat merupakan sang eksekutor yang membunuh korbannya dengan cara menggorok leher korbannya Feri Rizaldy, warga Rawamerta Karawang, menggunakan gergaji es balok.

Dalam reka ulang itu juga diketahui, Beler tersinggung atas aksi yang dilakukan korban dan kelompok geng motornya. Pasalnya ia sempat diusir saat nongkrong di areal GOR Panatayudha.

Tidak terima Beler dan rekannya kemudian mengejar korban dan kelompok geng motor tersebut. Dalih lain ketersinggungan pelaku karena tak terima tempat nongkrongnya digunakan sebagai tempat pesta miras.

"Rekonstruksi yang menewaskan korban bernama Feri Rizaldi dilakukan pelaku dan para saksi sebanyak 22 adegan," kata Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mapaseng seperti dilansirkan merdeka.com.

Dalam adegan ke 22 pelaku mengayunkan gergaji ke leher korban hingga mengalami pendarahan. Pelaku juga sempat melukai dua korban lainnya pada bagian perut.

"Secara bersamaan dua temannya datang melihat korban masih berlumuran darah. Saksi korban langsung nekat bawa korban ke rumah sakit terdekat pakai motor. Mungkin karena kehabisan darah korban akhirnya meninggal," ujar Maradona.

Dalam kasus itu, seorang korban yang masih di bawah umur tewas dan dua orang mengalami luka serius. Rekonstruksi berlangsung sekitar dua jam.

Dalam rekontruksi tersebut hadir juga teman korban. Salah satunya adalah Jajang Kumar (17) warga Sukapura, Rawamerta, merupakan sahabat Feri Rizaldi sekaligus salah seorang saksi mata menjelaskan kepada kepolisian.

Dalam rekontruksi itu, Jajang sempat mengadang tersangka dengan bambu, namun bukannya usai malah serangan tersangka kepada korban dan kelompoknya terus dilakukan hingga salah satu rekannya tewas kehabisan darah dan dua temannya bernama Ahmad Lomri dan Subani mengalami luka serius.

"Saat pesta miras sebelum kejadian, membeli miras di lokalisasi 'Seer' sebanyak dua botol," kata Jajang

Pesta miras diawali di kampungnya dengan tujuan merayakan malam takbiran di wilayah Kota Karawang, belum usai pesta miras tiga orang kelompok Beler mengacaukan suasana pesta miras hingga terjadi pertumpahan darah.

"Sengaja datang ke Kota Karawang untuk merayakan malam takbiran," kilahnya.

Sementara Kepala Desa Sukapura, Kecamatan Rawamerta, Sameli berharap pihak kepolisian menghukum pelaku seberat-beratnya. "Pihak kepolisian diminta menerapkan hukuman seberat-beratnya sesuai perbuatannya," kata Sameli.



Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR