Diduga Jaringan Teroris, Wahyudi Ditolak Masuk Singapura

Diduga Jaringan Teroris, Wahyudi Ditolak Masuk Singapura

TKP

Minggu, 10 Juni 2018 | 06:02 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

WAHYUDI (37), pria asal Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ditolak pihak Imigrasi Singapura saat hendak masuk ke negara Singa tersebut, Sabtu (9/6/2018) pagi. Ia ditolak setelah diduga merupakan bagian atau jaringan teroris.

Wahyudi diketahui berangkat ke Singapura melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, Sabtu pagi. Setibanya di pintu masuk Pelabuhan Harbour Front Singapura, pihak Imigrasi Singapura langsung menolaknya dan melakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Bukan Bom, Ternyata Ini Isi Tas Misterius di Depan Rumah Warga Cibatu Garut

Pihak Imigrasi Singapura menemukan sejumlah foto-foto jihad di Suriah di dalam ponsel milik pria yang beralamat di Perumahan Puri Agung IV Blok A No 27, Sei Beduk, Tanjungpiayu, Batam ini.

Wahyudi yang memiliki paspor B4260641 langsung dideportasi ke Batam. Ia tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center sekira pukul 15.20 WIB dan langsung dijemput oleh sejumlah anggota Direktorat Intelkam Polda Kepri dan dipimpin langsung oleh Direktur Dit Intelkam Polda Kepri, Kombes Bagus Giri Basuki.

Baca Juga: Tas Mencurigakan Bom Gegerkan Warga Cibatu Garut

Bagus yang dikonfirmasi terkait penjemputan pria kelahiran Padang 10 September 1981 ini enggan berkomentar banyak. Ia hanya membenarkan penjemputan tersebut.

"Jangan ke saya, ya. Saya tidak berhak memberikan statement. Kalau penjemputan, memang benar kami jemput," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga meminta agar awak media menunggu hasil pemeriksaan. "Masih dalam pengembangan. Tunggu saja," ujarnya.

Baca Juga: Lagi, Densus 88 Tangkap 2 Warga Terduga Teroris

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan diketahui, pihak Imigrasi Singapura menolak Wahyudi masuk ke negara tersebut setelah mencurigai dirinya merupakan jaringan teroris. Hal ini bermula dari penampilan Wahyudi yang tampak seperti teroris.

Merasa ada yang tidak beres, pihak Imigrasi langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan diketahui, terdapat banyak foto berbau jihat di Suriah di dalam ponsel Wahyudi.

Baca Juga: Komentar Menteri Agama Soal Temuan Bom di Kampus Universitas Riau

Selanjutnya, pihak Imigrasi Singapura langsung berkoordinasi dengan Interpol dan kemudian berkomunikasi dengan Polda Kepri untuk pemulangan Wahyudi. Wahyudi pun menjalani pemeriksaan di Mapolda Kepri.

Sumber: okezone.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR