180610043735-wakapolda-peredaran-narkoba-di-kalteng-15-kg-bulan.jpg

Wakapolda: Peredaran Narkoba di Kalteng 15 Kg/Bulan

TKP

Minggu, 10 Juni 2018 | 04:37 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

WAKIL Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalimantan Tengah Kombes Pol Dedi Prasetyo mengatakan peredaran narkoba jenis sabu di daerah itu berkisar antara 10-15 kilogram setiap bulannya.

"Kondisi itu sudah masuk pada darurat narkoba dan perlu penanganan serius untuk memberantasnya," katanya di Sampit, Sabtu saat melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, adat dan agama Kabupaten Kotawaringin Timur.

Baca Juga: Polda Kalsel Tangkap Pengedar Narkoba

Dedi mengungkapkan, diketahuinya peredaran atau kebutuhan narkoba di Kalteng tersebut berdasarkan hasil tangkapan pihak BNNP dan kepolisian pada tahun 2017 dan 2018.

"Dari hasil tangkapan itu kita bisa menganalisa kebutuhan narkoba khususnya jenis sabu di wilayah Kalteng," terangnya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, jalur paling rawan masuknya narkoba adalah jalur darat dan pengiriman melalui kargo.

Untuk jalur darat pengiriman dari Kalimantan Barat (Kalbar). Sedangkan untuk jalur kargo pengiriman dari Jakarta dan Surabaya.

"Kedua jalur itu yang harus diwaspadai, dan kita telah mengantisipasinya, yakni dengan memperketat pengawasan," terangnya.

Baca Juga: Kebijakan Ganja di Kanada Bikin Bandar Narkoba Hilang Keuntungan Triliunan Rupiah

Dedi mengatakan, narkoba merupakan musuh utama yang perlu dihadapi bersama, dan dibutuhkan peran semua pihak baik itu tokoh masyarakat, adat dan tokoh agama.

"Narkotika merupakan kejahatan yang sangat kejam, siapa saja di serang tidak hanya masyarakat, generasi muda, kami sebagai aparat kepolisian pun diserang, untuk memberantasnya diperlukan keterlibatan semua pihak," tegasnya.

Menurut Dedi, narkotika harus di tangani serius karena narkotik serangannya sangat masif.

"Peredaran narkoba seperti sabu tidak hanya di wilayah perkotaannya, namun sudah sampai ke wilayah pelosok dan yang terpinggir sekalipun," ucapnya.

Generasi muda harus di selamatkan dari narkoba sebagai penerus bangsa. Korban meninggal dunia akibat narkoba setiap harinya 3-4 orang itu yang terdeteksi yang terdata, yang tidak terdeteksi dan tidak terdata mungkin lebih banyak lagi.

Sumber: ANTARA

Editor: Endan Suhendra



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR