180416205332-dua-janda-muda-pembuang-bayi-ditangkap-polres-garut.jpg

Agus Somantri

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, saat menggelar ekspose di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Senin (16/4/2018).

Dua Janda Muda Pembuang Bayi Ditangkap Polres Garut

TKP

Senin, 16 April 2018 | 20:53 WIB

Wartawan: Agus Somantri

KEPOLISIAN Resor (Polres) Garut mengungkap dua kasus pembunuhan bayi yang dilakukan dua janda muda pada waktu dan tempat yang berbeda di wilayah hukum Polres Garut belum lama ini.  

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan dua kasus tersebut terjadi hampir berdekatan dalam dua pekan terakhir ini. Ia menyebutkan, untuk kasus pertama terjadi di Kampung Cibancong, Desa Cimahi, Kecamatan caringin pada 12 April 2018 lalu.

"Untuk kasus yang pertama ini korbannya seorang bayi laki-laki, ditemukan di Sungai Cilaki, berbatasan dengan Cidaun kabupaten Cianjur," ujarnya saat menggelar ekspose di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Senin (16/4/2018).

Menurut Budi, bayi berjenis kelamin laki-laki yang baru dilahirkan tersebut diduga dibunuh ibu kandungnya sendiri berinisial TN (25) dengan cara dicekik menggunakan celana dalam yang digunakannnya saat melahirkan.

"Tersangka TN ini melahirkan sendiri secara normal di kamar mandi, diduga bayinya hasil hubungan gelap," ucapnya.

Baca Juga: Sebelum Buang Bayinya, SM Pura-pura Sakit Perut

Untuk menghilangkan jejak, terang Budi, tersangka pun kemudian membungkus jasad bayi yang baru dilahirkannnya itu dengan menggunakan kaos hitam dan memasukannnya ke dalam kantong plastik dengan warna serupa dan menyimpannnya beberapa saat di kamar mandi sebelum dibuang ke sungai.

"Tersangka juga sempat mengganti pakaian untuk menghilangkan noda di badan," tuturnya.

Setelah itu, lanjut Budi, tersangka TN pun kemudian membawa bungkusan yang berisi jasad bayi laki-lakinya itu ke luar rumah dan membuangnya di Sungai Cilaki yang mengarah ke daerah Cidaun perbatasan dengan Kabupaten Cianjur.

"Tersangka mengakui melakukan itu karena malu kelakuannya itu takut diketahui orang tua, tetangga dan masyarakat sekitar," katanya.

Dituturkan, atas perbuatan yang telah dilakukannya tersebut, tersangka TN dijerat pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat (3) No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lima hingga 20 tahun penjara.


Bayi Meninggal di Ember Jolang
Sementara untuk kasus kedua, lanjut Budi, menimpa bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang ditemukan meninggal dalam ember jolang diduga karena kelalaian orangtuanya.  

Menurut Budi, kasus yang menimpa bayi tak berdosa tersebut terjadi di Kampung Godog, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan pada 31 Maret 2018 lalu. Saat itu tersangka S (38), melahirkan seorang bayi yang diduga hasil hubungan gelap dengan pacarnya di dalam kamar mandi umum.

Namun karena kelalaian S yang melahirkan sendiri tanpa mendapat bantuan dari orang lain atau ahli, tutur Budi, saat akan memandikan bayinya ia pingsan karena mengalami pendarahan hebat, sehingga bayinya masuk kedalam ember jolang berisi air 3/4.

"Jadi awalnya tersangka hendak memandikan bayi yang baru dilahirkannya itu, namun karena pingsan akibat pendarahan hebat, akhirnya korban meninggal dalam ember jolang," ucapnya.

Setelah siuman dan mengetahui bayinya telah meninggal dunia, terang Budi, S pun berupaya menutupi jejaknya dengan memaasukan bayi berukuran sekitar 50 centimeter itu kedalam kantong kresek warna hitam. Oleh S, kresek yang berisi jasad bayi tersebut disimpan di dapur rumahnya, lalu keesokan harinya dibuang ke saluran irigasi di sekitar rumahnya.

"Korban sempat disembunyikan di dapur hingga keesokan harinya dibuang ke saluran irigasi," ujarnya.

Budi menyebutkan, untuk tersangka S dijerat pasal 359 dan 181 KUHP akibat kelalaiannya dalam melahirkan hingga menyebabkan bayinya meninggal dunia. Untuk ancaman hukumannya minimal satu tahun dan maksimal lima tahun penjara.

"Tersangka dijerat pasal 359 dan pasal 181 KUHP dengan ancaman minimal satu tahun dan maksimal lima tahun penjara," katanya. (Agus Somantri)


Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR