180416170641-sebelum-buang-bayinya-sm-pura-pura-sakit-perut.jpg

Whisnu Pradana

Sebelum Buang Bayinya, SM Pura-pura Sakit Perut

TKP

Senin, 16 April 2018 | 17:06 WIB

Wartawan: Whisnu Pradana

SM (18), wanita yang dengan tega menghilangkan nyawa bayinya kemudian membuangnya ke genting rumah milik tetangganya mengaku malu karena telah melahirkan bayi tanpa seorang suami.

Di hadapan sejumlah wartawan dalam gelar perkara di Mapolsek Cimahi Selatan, dalam balutan baju tahanan berwarna oranye, wanita bertubuh mungil itu hanya bisa tertunduk membelakangi sorotan kamera.

Ia mengatakan, hubungan terlarang itu dilakukan dengan pacarnya di rumah kontrakannya. Namun, lantaran hubungannya tidak direstui oleh kedua orangtuanya, akhirnya tanpa pikir panjang ia tega membuang bayi hasil hubungan gelapnya itu hingga tewas.

"Takut juga sama keluarga dan mantan pacar saya tidak tahu kalau saya hamil. Ya mungkin karena saya panik juga," ujar SM di Mapolsek Cimahi Selatan, Komplek Perumahan Parmindo, Senin (16/4/2018).

Sialnya, hingga saat ini keberadaannya pria yang merupakan ayah kandung bayi berjenis kelamin laki-laki itu belum diketahui. Pelaku juga sudah tak lagi berhubungan dengan sang mantan pacar.

"Sudah putus sembilan bulan yang lalu, putus karena tidak direstui orang tua. Jadi sekarang semuanya saya tanggung sendiri," ceritanya.

SM, dengan suara lirih mengaku menyesal telah membuang anaknya hingga tewas, saat itu dirinya mengaku panik dan tidak tahu harus berbuat apa.  

Ide membuang bayi di atap rumah dan ditutup dengan genting itu, merupakan idenya sendiri tanpa ada suruhan dari orang lain.

"Saya bingung, tidak kepikiran untuk dikubur atau dikasihkan ke orang lain. Karena kaget juga jadi saya langsung masukkan ke keresek," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman mengatakan jasad bayi tersebut dibuang Jumat (6/4/2018) malam. Saat itu dirinya berpura-pura akan membuang air besar ke toilet karena merasa mulas.

"Namun saat di toilet, keluar bayi, karena panik, dia pun langsung memasukan bayi tersebut ke dalam keresek," kata Sutarman.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 341 dan pasal 342 KUHPidana tentang membunuh anak kandungnya sendiri dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR