Dendam Dilaporkan ke Polisi, Preman Ini Malah Palak Korban

Septian Danardi

Dendam Dilaporkan ke Polisi, Preman Ini Malah Palak Korban

TKP

Selasa, 13 Maret 2018 | 18:47 WIB

Wartawan: Septian Danardi

DENDAM karena dilaporkan, IR (30) malah tambah berulah. Pria yang tak punya penghasilan tetap itu malah memeras korbannya yang notabene masih tetangganya.

Korban yang kesehariannya sebagai Kepala Sekolah di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya itu diperas, setiap pelaku tidak memikiki uang untuk mabuk-mabukan.

Korban berinisial UM akhirnya geram setelah selama empat bulan menjadi sasaran pemerasan pelaku. UM kemudiam melaporkan kasus pemerasan tersebut ke Polres Tasikmalaya.

Setelah mendapat laporan, aparat kepolisian meringkus IR, pelaku sempat melakukan perlawanan saat dibekuk.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma, pelaku IR kerap mengancam akan menganiaya korban dengan menggunakan senjata tajam berupa sangkur. Korban terus dihantui takut seolah nyawanya terancam oleh IR. Karena takut terhadap aksi IR, akhirnya korban memilih melapor ke polisi.

"Korban kerap diancam saat berangkat dan pulang kerja. Pelaku meminta uang kepada korban jika korban ingin selamat. Motifnya sendiri pengakuan IR, karena dendam dan ingin memanfaatkan korban," kata Pribadi, Selasa (13/3/2018).

Dikatakan Pribadi, tersangka sempat melakukan penganiayaan terhadap anak korban. Sebelumnya, anak korban bertengkar dengan tersangka. Lalu korban melaporkan insiden pertengkaran itu ke polisi dan pelaku IR sempat diamankan.

"Anak korban sempat dianiaya oleh pelaku IR, lalu dilaporkan ke Polsek. jadi pelaku pernah ditahan, lalu merasa dendam," ujarnya.

Kurang lebih empat bulan UM menjadi korban pemerasan IR. Korban telah kehabisan uang sekitar 13 juta rupiah lebih. Namun jumlah itu tak langsung diberikan pada tersangka dalam satu waktu, melainkan secara bertahap.

"Korban dijadikan ATM oleh tersangka. Dimintain uang ada 2 juta, 500 ribu. sampai tujuh kali, totalnya 13 juta," katanya.

Sementara dari informasi yang didapat diketahui, R ternyata merupakan sosok preman di tempat tinggalnya di Kampung Ciomas Desa Sukarasa Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Tersangka mengakui bahwa uang hasil memeras korban malah digunakan untuk bersenang-senang dan mabuk-mabukan.

"Uang dari hasil memeras digunakan untuk senang-senang dan membeli minuman," kata pelaku IR saat dihadapan petugas.

Akibat perbuatan tersebut, tersangka dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR