Kesal Motornya Tak Kunjung Dikembalikan, Mel Nekat Menghabisi Dua Temannya Hingga Tewas

poskotanews.com

Ilustrasi

Kesal Motornya Tak Kunjung Dikembalikan, Mel Nekat Menghabisi Dua Temannya Hingga Tewas

TKP

Rabu, 13 Desember 2017 | 20:03 WIB

Wartawan: Agus Somantri

KESAL motornya tak kunjung dikembalikan, M alias Mel (40), warga Kampung Nagara Tengah, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler tega menghabisi dua temannya hingga tewas. Pelaku pun berpura-pura jika temannya itu tewas akibat kecelakaan tunggal.

Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, menyebutkan dua korban yang meningal adalah Sandi Budiman (32), warga Kampung Pasirkaliki, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul dan Erik Hidayat (33), Warga Kampung Nelayan RT 03 RW 10, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet.

Menurut Ridwan, sebenarnya peristiwa tersebut terjadi pada 15 November 2017 lalu, namun baru terungkap bulan ini setelah orang tua salah satu korban melapor karena terdapat kejanggalan dalam kematian putranya.

"Peristiwa tersebut bermula saat kedua korban meminjam motor Mio berplat nomor Z-5964-FN milik tersangka M. Korban dan tersangka bekerja sebagai penjual minuman keras kepada para tamu Karaoke Charly di Jalan Cimanuk. Tersangka dan korban saat itu sama-sama meminum minuman beralkohol," ujarnya, Rabu (13/12/2017).

Setelah Karaoke Charly tutup, terang Ridwan, kedua korban berboncengan pergi ke Cikajang untuk menagih utang dengan meminjam motor milik tersangka. Karena sudah memendam emosi, pelaku pun mengikuti korban dari belakang.

Saat melintas di Jalan Samarang, tepatnya di Kampung Jati, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Samarang, motor yang dikendarai korban terjatuh akibat masuk lubang. Melihat hal itu, tersangka yang saat itu mengikuti dari belakang pun lalu turun dan mengahmpiri.

"Namun bukannya membantu, tersangka malah menusukan pisau ke tubuh kedua temannya itu. Sandi ditusuk di bagian dada, sedangkan Erik di leher," ucapnya.

Menurut Ridwan, kedua korban tak melakukan perlawanan karena dalam keadaan mabuk. Penusukan dilakukan karena sebelumnya tersangka sudah kesal kepada korban Sandi yang meminjam motor sudah lama tidak dikembalikan, malah rusak karena terjatuh. Ditambah persaingan usaha jual minuman keras dengan pembagian keuntungan yang tidak adil.

Setelah melakukan penusukan, tersangka pun kemudian menjauh dari kedua korban, saat itu melintas mobil patroli Polsek Samarang dari arah Garut menuju Samarang. Melihat ada mobil petugas, tersanga pun lari dengan menggunakan sepeda motornya dan akhirnya dikejar dan tertangkap.

"Tapi saat itu tersangka beralasan ke petugas jika akan mencari pertolongan, bukannya kabur. Anggota pun percaya dan melimpahkan kasus itu ke unit Lakalantas Polres Garut," tuturnya.

Ridwan menambahkan, karena kasusnya laka tunggal, akhirnya kedua korban diambil pihak keluarganya masing-masing dari RSUD dr Slamet Garut untuk dimakamkan.

Namun pada hari Senin (4/12/2017) lalu, ungkap Ridwan, datang seseorang yang mengaku sebagai orang tua Sandi ke piket Reskrim Polres Garut untuk melaporkan tentang kejanggalan dan ketidak wajaran atas meninggalnya anaknya. Karena pada saat dimandikan ada bekas luka tusukan di dada sebelah kiri.

Atas dasar laporan polisi tersebut, ujar Ridwan, akhirnya Satreskrim Polres Garut pun melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan gelar perkara, dan hasil gelar perkara sudah terpenuhi dua alat bukti yang sah, maka pada Senin (11/12/2017) tersangka pun bisa diamankan.

"Saat dimintai keterangan tersangka juga mengakui semua perbuatannya. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 338 dan pasal 351 ayat 3 KUHP," katanya.

Diakui Ridwan, pihaknya telah mengirimkan senjata tajam dan kaos milik pelaku serta baju korban untuk diperiksa tim Pusdokes Polri. Pihaknya pun akan membongkar makam kedua korban untuk dilakukan autopsi.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR