Ditolak Hubungan Badan, Lelaki Lajang Aniaya Pacar

Tok Suwarto

Tersangka penganiayaan Wahyu Hermawan, digelandang aparat Polsek Jebres setelah tertangkap kurang dari 12 jam.

Ditolak Hubungan Badan, Lelaki Lajang Aniaya Pacar

TKP

Rabu, 13 Desember 2017 | 19:59 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

WAHYU Hermawan (37), lelaki lajang yang tinggal di rumah kos kawasan Kampung Guwosari, Kelurahan Jebres, Kota Solo, dicokok polisi setelah kedapatan melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita yang berusia sebaya, bernama Tuni Handayani (37), pada Selasa (12/12/2017) malam. Tersangka ditangkap kurang dari 12 jam usai melakukan penganiayaan.

Korban Tuni yang merupakan pacar tersangka dianiaya sampai pingsan, akibat menolak diajak berhubungan intim.

Kasus penganiayaan tersebut terungkap, setelah pemilik rumah kos curiga adanya suara gaduh di kamar tersangka. Saat pemilik kos di depan kamar, pintu kamar dalam keadaan tertutup dan tersangka telah pergi.

Pemilik rumah kos memutuskan membuka pintu kamar menggunakan kunci duplikat dan saat itu dia melihat korban dalam keadaan pingsan bersimbah darah dan hal itu segera dilaporkan ke polisi.

“Berdasarkan laporan tersebut kami langsung mengecek keadaan korban. Saat itu juga anggota kami membawa korban yang dalam keadaan pingsan ke rumah sakit "dokter Oen" Kandang Sapi, untuk mendapat perawatan,” ujar Kapolsek Jebres, Kompol Yuliana, kepada wartawan, Rabu (13/12/2017).

Mengutip keterangan tersangka di depan penyidik Polsek Jebres, Kapolsek menjelaskan, korban Tuni saat ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka lebam dibagian wajah dan kepala. Korban pada malam itu mendatangi rumah tersangka Wahyu, untuk minta bantuan lantaran ban motornya bocor. 
Ketika berdua di kamar kos itulah, tersangka mengajak korban berhubungan intim, tetapi korban menolak dengan alasan takut hamil diluar nikah.

"Penolakan itu membuat tersangka kalap dan menganiaya korban. Kepala korban dibenturkan ke lantai sebanyak enam kali. Tersangka juga menganiaya korban yang sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Tersangka sempat membekap wajah korban menggunakan bantal dan memastikan korban sudah meninggal dengan mengecek nadinya,” tutur Kompol Yuliana lagi.

Setelah menganiaya korban Tuni, tersangka Wahyu meninggalkan kamar kos dengan menguncinya. Kepergian tersangka menggunakan motor milik korban dan sempat mampir ke sebuah warung makan.

Tersangka Wahyu, pulang ke rumahnya di Jalan Sibela Barat No. 4 RT-01 RW-25 Kelurahan Mojosongo, Kota Solo, dicokok polisi hanya dalam tempo kurang dari 12 jam. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa sebuah motor matik Honda Beat Nopol L-2999-RX, dompet berisi uang Rp 206.000, bantal bernoda darah dan sebuah handphone merk Oppo.

Tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut dikenakn Pasal 53 Jo 338 tentang tindak pidana percobaan pembunuhan dan Pasal 365 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR