Hendra/Ahsan Layak Diberi Gelar "Pahlawan"

Sport

Jumat, 8 November 2019 | 20:34 WIB

191108203525-hendr.jpg


DARI sekian banyak atlet bulu tangkis yang layak diberi gelar "pahlawan", pasangan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan adalah salah satu yang tepat mendapat gelar itu tahun ini.

Berkat mereka, Indonesia Raya berkumandang pada Kejuaraan Dunia 2019 di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Agustus lalu, hanya selang beberapa hari dari HUT Kemerdekaan RI.

Sebagai satu-satunya finalis dari Indonesia, beban untuk meraih medali emas ada di pundak pasangan yang sudah tidak lagi menghuni pemusatan latihan nasional (Pelatnas) itu, dan mereka berhasil.

Memenangi gim pembuka dengan skor ketat 25-23 atas pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang jauh lebih muda --keduanya berusia 24 tahun-- Hendra/Ahsan terpaksa "melepas" gim kedua untuk kemenangan lawan 9-21 setelah tertinggal jauh.

Mereka memilih berjuang lagi dari awal gim penentuan ketimbang memaksa mengejar ketertinggalan pada gim kedua.

Strategi itu terbukti berhasil, pasangan yang sudah tidak muda lagi itu --Hendra tepat berusia 35 tahun, sedangkan Ahsan hanya kurang beberapa hari dari ulang tahunnya yang ke-32-- berhasil merebut gim ketiga dengan kemenangan 21-15 sekaligus memenangi laga final.

Pelatih ganda putra Pelatnas Herry Iman Pierngadi menilai keberhasilan mereka itu diperoleh karena mereka punya mental juara.

"Inilah yang dibilang mental juara, tadi kelihatan main imbang. Pemain Jepang lebih muda, fisik mereka lebih bagus, lebih cepat, lebih kuat. Kelihatan Hendra di gim kedua dan ketiga sudah menurun, tapi mental mereka yang bagus luar biasa. Jepangnya yang goyah," katanya waktu itu.

Masyarakat Indonesia pun bersuka cita. Mereka yang hadir langsung di Stadion St. Jakobshalle mengkibar-kibarkan bendera Merah Putih. Yang di Tanah Air sibuk menyiapkan penyambutan. Mereka disambut bagai pahlawan.

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA