Samai Catatan Historis 65 Tahun Lalu, Ini Pelari Maraton Pertama yang Finis di Bawah Dua Jam

Sport

Minggu, 13 Oktober 2019 | 15:00 WIB

191013145812-samai.jpg

dailymail


Akhir pekan kemarin nama Eliud Kipchoge menjadi trending topic di sejumlah negara. Siapa Eliud? Eliud ternyata atlet Kenya yang baru saja membuat sejarah dengan menjadi orang pertama yang menuntaskan  maraton dalam waktu kurang dari dua jam. Prestasi sama seperti yang dicatatkan Roger Bannister.

Pelari Inggris itu menjadi pelari pertama yang memecahkan apa yang  dianggap mustahil yaitu mengakhiri angka magis 4 menit di Mile. Tepatnya pada Mei 1954 di lintasan Oxford Road Iffley di even Olimpiade 1952 dengan menuntaskan balapan dengan waktu 3:59,4. Keberhasilan Eliud ini pun disambut warga Kenya bak pahlawan.

Hi did it!

Incredible..

Dikutip dari DailyMail, Minggu (13/10/2019) sebelumnya pelari 34 tahun itu gagal mencapai garis finis di bawah dua jam dengan “surplus” 26 detik. Namun kemarin di Wina, Austria ia berhasil menyelesaikan maraton dengan waktu 46 detik lebih cepat dari apa yang dilakukannya di Monza.

Usai memenuhi target bersejarahnya, kepada BBC Eliud mengatakan, "Aku sangat senang. Setelah Roger Bannister pada tahun 1954, perlu  63 tahun sampai aku mencobanya dan gagal. Tapi hari ini 65 tahun dari catatan Roger Bannister, aku menjadi orang pertama yang melakukannya! Aku ingin menginspirasi banyak orang bahwa tidak ada batasan untuk manusia.”

Enam puluh lima tahun lalu..

Just yesterday.

Eliud  tak balapan sendiri tapi dibantu 41 pelari lain yang ikut mendampingi untuk memastikan stabilitas kecepatannya. Termasuk di antara mereka yang ikut ambil bagian adalah sejumlah pemegang rekor Olimpiade dan rekor dunia. “Aku ingin mengatakan aku kelelahan. Apa yang aku lakukan memerlukan kerja keras. Tapi aku ingat mereja yang ikut berlari bersamaku,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada mereka yang menurutnya bersama-sama ikut membuat sejarah. “Kita bisa menjadikan dunia ini menjadi dunia yang indah dan dunia yang damai. Istri dan ketiga anakku turut hadir dan  menyaksikan sejarah baru. Ini hal positif dari olahraga, aku  ingin menjadikannya  olahraga yang fair dan menarik."

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA