Habiskan Rp 1,8 Miliar, Perbaikan Lapang Sepakbola Jayaraga Belum Optimal

Sport

Rabu, 9 Oktober 2019 | 21:43 WIB

191009214401-habis.jpg

MESKI sempat dilakukan perbaikan hingga menelan anggaran miliaran rupiah, namun kualitas lapang Sepakbola Jayaraga di Kabupaten Garut dirasa masih belum optimal.

Hal itu terlihat ketika lapang tersebut digunakan oleh Persatuan Sepakbola Indonesia Garut (Persigar) pada Liga Soeratin beberapa hari lalu. Kondisi lapang nampak berdebu. Padahal anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 1,8 miliar pada tahun 2017 dan diteruskan pada 2018 itu untuk perbaikan elevasi dan rerumputan lapang Jayaraga.

"Sayang sekali ini lapang Jayaraga, kondisinya serasa semakin jelek. Meski datar, tapi lapang semakin berdebu, itu mengganggu kenyamanan para pemain di lapangan dalam memaksimalkan kemampuannya," ujar Asep Sudrajat (52), salah seorang pegiat sepakbola di Kabupaten Garut, Rabu (9/10/2019).

Menurut Asep, jika pelaksanaan proyek dilakukan secara maksimal, kondisi lapang Jayaraga bisa memiliki kualitas yang lebih baik. Ia mencontohkan, pemerintah desa di Desa/Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya saja yang menyediakan anggaran Rp 1,4 miliar bisa menjadikan lapang disana bersandar FIFA.

"Tapi ini yang Rp 1,8 miliar standar PSSI saja sepertinya masih jauh," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut, Kuswendi mengatakan, untuk pemeliharaan rumput di lapang Jayaraga harus dilakukan penambahan alat penyiram rumput.

"Seharusnya tiap titik itu ada pemeliharaan untuk penyiraman rumput yang cukup, sekarang masih kurang. Terutama pada musim kemarau harus ada penyiraman otomatis," katanya.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA