Santri Ikuti Kejuaraan Bulutangkis Kapolda Jabar Cup II

Sport

Jumat, 20 September 2019 | 13:26 WIB

190920132632-santr.jpg

Septian Danardi

RATUSAN pebulu tangkis perwakilan dari 22 Polres di Polda Jawa Barat mengikuti Kapolda Cup II. Kali ini, turnamen tahunan tersebut dihelat di GOR Susi Susanti Komplek Olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya.

Selain dari kalangan TNI-Polri, panitia juga membuka peserta dari kalangan masyarakat umum dan santri. Hal ini sebagai sinergitas antara TNI dan Polri, masyarakat serta di kalangan ulama dan pondok pesantren.

Karena Tasikmalaya identik dengan Kota Santri, maka para santri dan ulama juga digandeng untuk ikut dalam kejuaraan ini.

Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Drs. Eko Indra Heri, mengatakan, tujuan utamanya gelaran even akbar olahraga ini untuk memupuk rasa persaudaraan juga merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, tujuan kejuaraan bulu tangkis ini adalah menjaring bibit-bibit atlet, baik dari anggota Polri maupun dari masyarakat yang beprestasi.

Kejuaraan juga dihelat dalam rangka menjalin sinergitas antara TNI dan Polri, masyarakat serta kalangan ulama. Pihaknya juga sangat mengapresiasi terhadap kejuaran dalam memajukan bulutangkis di Jabar.

"Bulu tangkis menjadi olahraga favorit warga sekaligus membanggakan bangsa Indonesia. Menjaring bibit-bibit unggul sehingga akan terus bermunculan atlit yang bisa berbicara di dunia internasional. Kejuaraan ini juga diharapakan bisa secara berkesinambungan guna memacu atlet lebih mengasah kemampuannya," kata Eko, usai membuka kejuaraan, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya, Pembinaan atlet bulu tangkis yang berprestasi tidak hanya dilakukan pemerintah tapi tanggung jawab bersama. Bukan hal yang tidak mungkin jika event lebih sering diselenggarakan akan menghasilkan atlet terbaik.

Sementara itu, salah satu Pimpinan Ponpes Ustad Maman sangat bangga bisa diajak bergabung kejuaraan ini. Sebab, santri memiliki kesempatan untuk mengukir prestasi di bidang olahraga khususnya bulutangkis. Sehingga para santri selain tekun dalam mengaji juga bisa tekun berlatih bulu tangkis.

"Ini merupakan suatu kesempatan baik, sehingga Ponpes bisa melahirkan pula atlet bukutangkis yang agamis," katanya.

Editor: Brilliant Awal



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA