KONI Garut Gelar Lakukan Pendampingan

Sport

Selasa, 17 September 2019 | 17:13 WIB

190917164952-koni-.jpg

Robi Taufik Akbar

KOMITE Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut, terus melakukan pendampingan baik pembinaan dari sisi organisasi maupun pembinaan para atlet yang akan dipersiapkan dalam event Porkab 2020, PON Papua 2020 bahkan Porda 2022. Hal ini terungkap saat KONI Garut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan para pengurus Cabor di Aula Kampus STTG Jl. Mayor Syamsu No. 1 Garut, Selasa (17/9/2019). Kegiatan tersebut dihadiri 34 pengurus cabor serta 35 pengurus Koni Garut.

Ketua Umum Koni Garut Dr. Ir. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, mengatakan, rapat Koordniasi ini merupakan ajakan kepada semua cabor agar sedini mungkin mempersiapkan Pekan Olah Raga Kabupaten (Pokab) yang akan dilaksanakan di tahun 2020. Karena ini merupakan amananat organisasi serta merupakan puncak dari kegiatan olah raga di Kabupaten Garut.

“Kita berharap banyak cabor yang bisa ikut berpartisipasi dalam Porkab nanti tentunya dengan tetap memenuhi kaidah dan aturan yang disepakati bersama, dengan persiapan yang cukup matang diharapkan Porkab bisa berjalan dengan baik dan memenuhi target yang diharapkan, bukan sekedar melaksanakan amanat saja tapi pembinaan serta regenerasi atlet juga bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Sementara Ketua Bidang Organisasi Koni Garut Drs. Ade Hendrasyah, MM.  mengungkapkan rapat koordniasi dengan pengurus cabor ini merupakan amanat AD/ART serta tidak lanjut dari hasil Musorkab Koni yang lalu. “Diharapkan dalam waktu dekat sudah dibentuk Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) setalah ditingkat cabor sudah memiliki supervisor sebagai teman diskusi dan koordniasi dengan pihak panitia maupun Koni nanti” katanya.

Salah satu pengurus Cabor Arung Jeram Tanto Sudianto Rieza menyambut baik dengan dilaksanakanya rapat koordinasi ini. Rapat koordinasi ini selain bisa dijadikan ajang komunikasi antara pengurus cabor dan koni garut juga bisa sedini mungkin menyelesaian perosalan-persoalan yang timbul, salah satunya tata kelola organisasi dan pembinaan bibit-bibit atlet sehingga misalnya persoalan jual beli atlet  bisa kita hindari dan kalau bisa dihilangkan paling tidak untuk Kabupaten Garut.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA