Tim Pelatnas Taekwondo Sea games Filipina Akan Dievaluasi Lewat PraPON

Sport

Selasa, 10 September 2019 | 14:19 WIB

190910142127-tim-p.jpg

TIM Pelatnas Taekwondo Sea Games 2019 Filipina, dikabarkan akan dievaluasi saat tampil di Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 26 September 2019) di Tanggerang. Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat berharap para atletnya bisa terus bertahan di Tim Pelatnas.

"Terakhir saya dapat kabar atlet Pelatnas akan tampil dan di evaluasi di Pra-PON XX, kemungkinan yang kalah akan eliminasi. Tapi saya berharap atlet-atlet Jabar bisa bertahan," kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengprov TI Jabar, Bayu Firmansyah, saat dijumpai di Gor Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (10/9/2019)

Sementara ini jumlah taekwondoin Jabar yang masih bergabung bersama Tim Pelatnas disebut sekitar 8 orang, dimana 2 atlet diantaranya merupaka atlet Kyorugi sedangkan sisanya adalah atlet Pomsaee.

"Jumlah atlet sekitar delapan orang, lima sampai enam atlet di Pomsaee. yang jelas masih belum berubah dari jumlah terakhir. Jadi dari PB memang membolehkan biasanya yang sudah-sudah untuk Pelatnas itu 'wildcard' tapi itu tadi kabarnya akan di evaluasi disana," katanya.

Selain itu, kata Bayu, Pra-PON XX kali ini akan dikemas dengan Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Sehingga akan ada penambahan nomor di luar PON, "Jadi konsepnya Kejurnas, nanti ada penambahan nomor juga untuk yang Kejurnas," jelasnya.

Membahas peluang para atlet Jabar di Pra-PON XX, ia menilai Jabar masih diperhitungkan. Bahkan beberapa atlet Pelatnas sudah dipastikan tidak akan tergantikan di Pelatnas, misalnya seperti Defia Rosmaniar dan Dinggo Ardian Prayogo.

Defia sendiri merupakan peraih medali emas pertama bagi Indonesia di ajang Asian Games XVIII/2018, lalu. "Yang jelas Defia pasti jadi andalan Indonesia di Sea Games, satu lagi mungkin Dinggo di kelas Kyoruginya. Tapi kita lihat nanti," katanya.

Ia berharap dengan hadirnya beberapa taekwondoin Jabar di tim Pelatnas, bisa membantu Jabar dalam mempersiapkan diri menghadapi PON XX/2020 di Papua. Termasuk jam terbang mengingat konsep latihan akan lebih berat dari daerah.

"Tentu kita sangat bersyukur atlet kita bisa hadir bergabung di Pelatnas. Karena disana mereka bisa mendapatkan tabungan (pengalaman latihan) yang lebih. Jadi sangat membantu," tegasnya

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA