Melalui Haornas, Oded Ingin Warga Bandung Memiliki Mental dan Spiritual yang Sehat

Sport

Selasa, 10 September 2019 | 14:09 WIB

190910141051-melal.jpg

Ferdy Soegito Putra

Wali Kota Bandung, Oded M Danial melepas mwrpati sebagai simbol peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019 di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa (10/9/2019)

PEMERINTAH Kota Bandung manfaatkan momen Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019 sebagai momen kebangkitan olahraga di kalangan masyarakat. Seperti diketahui, di Haornas kali ini, Pemerintah Pusat telah mengusung tema 'ayo olahraga, kapan, di mana saja'. Tema tersebut memiliki makna bahwa olahraga dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

"Haornas ini merupakan momentum yang tepat untuk mengingatkan kepada masyarakat betapa pentingnya olahraga. Dan saya menilai selogan Haornas 'ayo olahraga di mana saja' sangat tepat untuk membangun olahraga, bahwa olahraga itu mudah dilakukan," kata Wali Kota Bandung, Oded M Danial, saat memperingati Hari Olahraga Nasional di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (10/9/2019)

Selain dapat memiliki kehidupan yang sehat. Ia menilai bahwa olahraga sangat berpengaruh dalam proses pembentukan karakter bangsa. Maka ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kota Bandung, untuk melakukan olahraga secara masif.

"Saya mengajak warga masyarakat agar melakukan olahraga secara masif, karena olahraga bukan sekedar gaya hidup saja tetapi kebutuhan. Sebagaimana kita ketahui sebelumnya Presiden kita telah mengeluarkan inpres yang diikuti peraturan menteri nomor 18 tahun 2017," katanya.

Selain itu ia berharap, Haornas 2019 dapat menjadi spirit, agar, masyarakat Kota agar bisa hidup lebih sehat. "Mudah-mudahan ini jadi spirit, intinya mari berolahraga agar kita sehat," tegasnya.

Mang Oded -sapaan akrabnya- menginginkan, agar Haornas 2019 tidak hanya menjadi sekedar seremonial saja. Namun bisa dilengkapi dengan mental dan spiritual yang sehat. "Manusia harus sehat jasmani, ini disuplay dari olahraga, sehat rohani dari spiritual dan sehat akal dari peroses belajar. Sehingga cita-cita Bandung unggul bisa terwujud," jelasnya.

Membahas mengenai dukungan untuk olahraga prestasi, Pemkot melalui KONI Kota Bandung dikatakan telah menggelar berbagai kompetisi. Dan sebagai wujud apresiasi, pada Momen Haornas ini, Pemkot telah memberikan apresiasi kepada 50 insan olahraga berprestasi.

"Sebagai rasa syukur kepada atlet yang telah mengharumkan Kota Bandung, Pemerintah telah memberikan penghargaan kepada 50 insan olahraga, insyaallah kalau kedepan terus berhasil kita tambah anggarannya," katanya.

Sedangkan Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi berharap tema 'ayo olahraga, di mana, kapan saja' bisa memunculkan atlet-atlet berpotensi yang berasal dari kalangan masyarakat.

"Artinya ini merupakan suatu kebahagiaan bagi KONI karena semua lapisan masyarakat telah di intruksikan untuk berolahraga, artinya dari sana akan lahir bibit-bibit unggul melalui olahraga masyarakat, kira-kira begitu," jelasnya.

Ia mengaku sedang berupaya meningkatkan jumlah klub olahraga. Dengan tumbuhnya klub, maka akan semakin banyak masyarakat yang berminat membidangi beberapa cabang olahraga (cabor).

"Sesuai dengan misi yang sering saya ungkapkan bahwa KONI Kota Bandung ingin meningkatkan jumlah klub, saya harap dengan tumbuhnya minat masyarakat ini dapat tersalurkan ke klub maupun induk olahraga yang ada di Kota Bandung," katanya.

Sesangkan untuk sarana dan prasarana, ia berharap Pemerintah Kota dapat menambah atau merenovasi venue agar lebih representative lagi. Pqsalnya Kota Bqndung baru memiliki sedikit venue yang bertaraf internasional.

"Ya memang saya berharap dalam Haornas ini, khususnya olahraga prestasi perlu bangunan dan venue yang representatif dan hal ini memang sampai saat ini belum seperti di daerah lain. Kita kota Bandung hanya memiliki satu sampai dua venue yang representative untuk kejuaeaan internasiinal. Kalau yg kejurnas atau daerah saya yakin masih bisa," katanya.

Maka dari itu, pihaknya mendorong pemerintah agar dapat melakukan inovasi. Seperti di Lapangan Atletik Pajajaran, menurutnya lapangan tersebut sudah tidak bisa digunakan untuk kejuaraan level nasional, karena tidak memiliki lahan untuk melakukan pemanasan.

"Untuk yang level internasional perlu didorong, saya yakin barang kali nanti inovasi dari perintah akan mendorong untuk olahraga prestasi, bukan tidak ada tapi masih sedikit. Di atletik Pajajaran misalnya, bisa tidak untuk level nasional? Karena untuk warming-up saja sudah hilang," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA