Sangkuriang Bandung Juara Umum Kejurnas Sepatu Roda Vini Vidi Vici

Sport

Senin, 19 Agustus 2019 | 17:54 WIB

190819175600-sangk.jpg

ISTIMEWA

KLUB Sangkuriang berhasil membawa nama harum Kota Bandung, setelah berhasil keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional Sepatu Roda Vini Vidi Vici (V3) Open dan Piala Bupati Tanggerang, yang berlangsung di lapangan sepatu roda Kabupaten Tangerang, Botanical Park, Bumi Serpong Damai, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Minggu (18/8/2019).

Sangkuriang Bandung keluar sebagai juara umum dengan meraih 17 medali emas, 11 perak, dan 10 perunggu, selain itu tiga orang atletnya berhasil meraih atlet terbaik di kelasnya, Jacklin di kelompok umur B putri dengan meraih 6 emas, Kevan kelompok umur B putra 6 emas, dan Aryo junior putra 4 emas dan 1 perak.
Pelatih Sangkuriang Firdy Firdaus mengaku keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras anak asuhannya, yang berlatih sungguh-sungguh setaip latihan klub di track sepatu roda Saparua Bandung.

"Anak bisa tampil baik dan ini merupakan hasil dari latihan selama ini dan mereka membuktikan kemampuannya dengan bisa meraih gelar juara umum," ungkap Firdy, saat ditemui di track sepatu roda Saparua, Jln Ambon Bandung, Senin (19/8/2019).

Diakuinya, tim saat mencoba sirkuit langsung fokus pengenalan lapangan, khususnya saat tikungan, dimana untuk tikungan ini berbeda dengan tempat latihan.
"Kita langsung fokus saat mencoba lapangan dan lebih mengenal lagi tikungannya, karena berbeda kateristik tingkungan di Saparua sama disana dan sekaligus kita melihat lintasannya," paparnya.

Mengenai keluar sebagai juara sendiri, Firdy mengakui kalau melihat dari pesertanya pihaknya tidak menargetkan juara, hanya memiliki peluang fifty-fifty.
"Lawan-lawan cukup berat, tapi saya bersama tim optimis bisa keluar sebagai juara dengan melihat best performa atlet saya dan ternyata benar Sangkuriang bisa keluar sebagai juara," katanya.

Firdy juga meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki lapangan Saparua yang sering digunakan, mengingat lapangan sepatu roda sudah tidak optimal digunakan banyak kerusakan yang harus diperbaiki.

"Kondisi lapang seperti itu kita bisa berprestasi, apalagi diperbaiki lapang sepatu roda Saparua akan semakin berprestasi lagi," ucapnya.

Keberhasil klub inline asal Bandung Sangkuriang ini patut dibanggakan, ini sebagai penandakan kalau klub-klub sepatu roda di Bandung masih mampu berprestasi, seperti yang diutarakan Ketua Pengcab Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Bandung, Ary Prasetyo.

"Kita bangga dengan prestasi yang diraih tim klub sepatu roda Sangkuriang, walaupun dengan kondisi track sepatu roda Saparua yang turut prihatin dan tidak optimal masih bisa memperlihatkan prestasinya dengan mampu mengalahkan tuan rumah V3 dengan meraih 17 medali emas," jelasnya.

Prestasi ini juga memperlihatkan kalau pembinaan sepatu roda di Bandung ini masih berlangsung dan tetap menjadi barometer sepatu roda di Jabar.

"Terutama pembinaan usia dini, dimana semua atlet Kota Bandung yang meraih medali kebanyakan dari kelompok A dan B, ini menandakan sepatu roda Bandung kedepannya akan semakin maju lagi," ucapnya.

Ia merasa optimis dalam setiap multievent Kota Bandung tidak akan kekurangan atlet, karena pembinaan sudah berjalan. Hanya saja track yang digunakan di Saparua harus diperbaiki dan saya memohon kepada pemerintah untuk bisa diperbaiki," pungkasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA