Tim Sofball Gagal ke PON Papua, Perbasasi Jabar Segera Lakukan Evaluasi

Sport

Selasa, 13 Agustus 2019 | 20:38 WIB

190813202909-tim-s.jpg

SETELAH gagal meraih hasil yang maksimal di babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada bulan Juli lalu, Pengurus Provinsi Persatuan Baseball dan sofbal Seluruh Indonesia (Perbasasi) Jawa Barat segera melakukan evaluasi.

Pada BK PON XX cabang olahraga (cabor) bisbol dan sofbol, Jabar gagal meloloskan tim sofbol putranya ke Papua. Mereka hanya mampu menempatkan tim tersebut diurutan ke 9 klasemen dari 11 peserta BK.

Berbeda dengan tim sofbol putri, yang mampu memenuhi target yang dicanangkan dan berhasil menjadi finalis BK. Termasuk dengan tim bisbol, mereka lolos ke Papua dan berada di peringkat ke-3 setelah DKI Jakarta dan Lampung.

"Secara hasil memang sudah terlihat kalau tim putri mencapai target masuk grand final. Yang bisbol pun lolos dengan peringkat ke tiga. Nah untuk sofbol putra, ini yang gagal, bukan hanya gagal mencapai target, tetapi juga gagal mengikuti PON XX tahun 2020 Papua, karena hanya ranking sembilan dari sebelas peserta, maka dari itu kita sekarang akan laksanakan rapat evaluasi," kata Sekertaris Umum Perbasasi Jabar, Arvan Joelianto di Lodaya, Kota Bandung, Selasa (13/8/2019)

Arvan menyebutkan, penyebab tidak lolosnya tim sofbol putra ke Papua, disebabkan oleh beberapa faktor. Namun secara umum tim dikatakan bermain tidak optimal seperti saat mengikuti Kejurnas beberapa waktu lalu.

Selain kendala persiapan, serta dana yang baru turun pada saat bulan ramadan. Di BK hari pertama, tim sofbol putra dikatakan sudah harus menjalani 2 pertandingan sekaligus mengingat terdapat perubahan jadwal yang tidak direncanakan.

Sehingga tidak ada proses penyesuaian (aklamatisasi) bagi para atlet yang akan tampil di BK. Selain itu tidak pastinya jadwal pelaksanaan BK telah merusak ritme atlet dalam melakukan persiapan.

"Hari pertama kita harus main dua kali, dan langsung melawan Provinsi Lampung dan Sulawesi Tenggara (Sultra) itu kan dua kekuatan elit, dan jadwal yang seharusnya pada hari selasa karena alasan tertentu dibuat hari senin. Sedangkan pemain kita baru datang hari Minggu, jadi tidak masimal, dari mulai TM sampai penjadwalan kita sudah harus 'fight'," tegasny.

Menyinggung rencana Pengprov kedepan, ia mengatakan akan memaksimalkan 2 tim yang dipastikan lolos ke Papua, yakni tim sofbol putri dan tim bisbol putra. Dan untuk mendukung prestasi di PON XX/2020, ia berharap bisa mendapat dukungan anggaran serta fasilitas latihan yang maksimal.

"Berbicara persiapan pra-PON tentu akan berbeda dengan persiapan Kejurnas. Di Kejurnas kita 'Lead' bahkan bisa juara kembar. Tapi akan berbeda dengan PON, harusnya persiapan dilakukan tiga kali lipat dari Kejurnas. Kenapa demikian, mereka (lawan) melakukan persiapan dengan segala upaya dengan menghadirkan pelatih atau 'Try Out' ke luar negri, kita biasa-biasa saja," tegasnya.

Ia berharap, KONI serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa mendukung proses persiapan menghadapi PON XX, baik dari anggaran maupun sarana dan prasarana. Selain itu, ia pun berharap KONI bisa memanfaatkan kerjasama dengan Korea Selatan dalam hal ini Provinsi Gyeong Sangbuk-Do untuk menghadirkan pelatih atau 'Try Out'.

"Jadi sofbol putri sudah mencapai target, termasuk bisbol juga sudah mencapai target. Kalau di PON kita mau lebih baik, kita mau apa? Jangan biasa-biasa saja. Apa mendatangkan pelatih Pitcher dari Korea? Kan KONI sudah ada kerjasama dengan Korea Selatan, atau pemain kita datang ke Korea, termasuk memanfaatkan 'Sport Science'," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA