Dispora Akhirnya Cairkan Dana Hibah untuk Koni Jabar

Sport

Jumat, 24 Mei 2019 | 20:36 WIB

190524203854-dispo.jpg

Ferdy Soegito Putra

SETELAH sempat tertunda selama beberapa bulan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat akhirnya melaksanakan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat di Kompleks SPOrT Jabar, Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Jumat (24/5/2019)

"Acara penandatanganan NPHD bersama KONI Jabar ini dilaksanakan karena beberapa latar belakang, salah satunya diharapkan KONI bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi PON XX/2020 Papua, serta melanjutkan amanah dari Undang-Undang," kata Kadispora Jabar, Engkus Sutisna saat memberikan sambutan. 

Dia menegaskan, sampai dengan proses penandatanganan NPHD berlangsung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dispora Jawa Barat mengaku tidak pernah bermaksud untuk menunda proses pencairan dana hibah. Melainkan hanya bersikap berhati-hati, mengingat sejak September tahun 2018 lalu, KONI Jawa Barat tengah memiliki polemik mengenai kepengurusan. 

"Saya tadi mengatakan sebagai pejabat baru saya harus mmengidentifikasi permasalahan, salah satu permasalahan yang ditemukan adalah polemik dalam kepengurusan KONI dan ini sudah berlangsung sejak September 2018. Pertama saya dilantik permasalahan itu belum selesai, jadi ini maksud dari kehati-hatian saya dalam memberikan dana hibah," ujarnya. 

Selain itu, Dispora Jabar pun diakui sempat mencari kepastian agar bisa mencairkan dana hibah. Dan hal teraebut sudah dilakukan sejak Dispora masih dijabat oleh Yudha M Saputra.

"Sejak pak Yudha menjabat, Dispora juga sempat berusaha dan mencari kepastian agar dana hibah bisa di cairkan salah satunya dengan mengirim surat kepada Kemenpora dan KONI Pusat, karena pada dasarnya dana hibah KONI sudah ada dalam Perda dan Pergub," jelasnya. 

Sehingga dengan hal tersebut dikatakan sebagai satu kewajiban untuk menyalurkan selain dari persiapan menghadapi babak kualifikasi (BK) PON XX pada bulan Juli mendatang. 

"Jadi di satusisi adalah kewajiban kita untuk menyalurkann disisi lain tahun 2019 ada BK dan salah satu pendanaannya bersumber dari dana hibah. Ditambah pemusatan latihan, jadi sebagai orang yang baru di Dinas sudah dihadapkan dengan permasalahan jadi kita harus berhati-hati," katanya. 

Diluar itu, adapun point yang menguatkan Dinspora untuk mencairkan dana hibah salah satunya atas perintah Gubernur pada saat rapat pimpinan. " salah satu point khusus saya lakukan pencairan atas perintah Gubernur, itu yang paling intinya," pungkasnya

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR