PB FAJI Harus Segera Berbenah

Sport

Jumat, 24 Mei 2019 | 14:09 WIB

190524140610-pb-fa.jpg

SETELAH berhasil memberikan kontribusi berupa prestasi di ajang World Rafting Championship tahun 2019 di Australia. Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat berharap Pengurus Besar (PB) FAJI segera berbenah.

Adapun beberapa hal yang harus dibenahi didalam tubuh PB diantaranya menyangkut manajemen kontingen yang sampai sekarang dinilai masih belum jelas, sehingga berbuntut friksi antara PB serta Pengprov.

"Sehubungan dengan pencapaian yang sudah diraih, banyak hal juga yang harus di evaluasi salah satunya terkait dengan manajemen kontingen karena sampai hari ini masih belum jelas aturan mainnya, dan akhirnya menimbulkan friksi antara PB FAJI dengan Pengprov FAJI Jabar," kata Ketua Umum FAJI Jawa Barat, M Syaiful Bima saat dihubungi galamedianews.com, Jumat (24/5/2019).

Dengan belum jelasnya aturan tersebut, menurut dia hal itu telah mengakibatkan adanya tumpah tindih kewenangan terutama dalam mengurus atlet yang akan berlaga di ajang internasional seperti WRC.

Seperti diketahui, peran Pengprov FAJI di ajang WRC 2019 cukup sentral mengingat, selain berhasil mengisi hampir 50% skuad Indonesia, Pengprov juga telah ikut melakukan pemusatan latihan dan memberikan sumbangsih agar para atletnya bisa berlaga di Australi. Dan itu semua seharusnya bisa dilakukan oleh PB.

"Jadi alangkah baiknya semua pihak duduk bersama untuk merumuskan formulasi yang baku dengan Manajemen Kontingen Timnas Arung Jeram Indonesia agar tidak terjadi tumpah tindih kewenangan dan tanggung jawab," tegasnya.

Setelah sukses meraih dua medali emas, tim arung jeram Junior putri Indonesia yang diwakili Jawa Barat diketahui berhak atas raihan juara dunia di kategori U-23 women pada World Rafting Championship  (WRC) 2019 di Tully River Queensland, Australia.

Tim Indonesia asal Jabar ini berhasil mengantongi total 943 poin mengungguli Selandia Baru yang berada di peringkat kedua dengan raihan 907 poin dan tuan rumah Australua dengan 864 poin. Sedangkan di Peringkat keempat ada Inggris Raya dengan 849 poin serta posisi buncit di raih oleh Jepang dengan 829 poin.

Keberhasilan Indonesia ini tak lain karena mereka sukses mendulang poin berharga saat mengantongi medali emas di nomor slalom dan head to head. Dengan dua nomor ini Indonesia mendapatkan 550 poin.

Kemudian di dua nomor lainnya, tim Indonesia selalu berhasil naik podium meski bukan menjadi yang tercepat. Misalnya di nomor sprint junior putri Indonesia meraih medali perak. Berada di posisi kedua Indonesia berhak atas tambahan 92 poin.

Selanjutnya di nomor down River race tim junior putri Indonesia harus puas di peringkat ketiga atau perunggu. Di nomor ini Jabar mendapatkan tambahan 301 poin. Dengan demikian, total raihan poin tim maka junior putri adalah 943 poin.

Peraih medali emas di nomor down river race sendiri adalah Selandia Baru. Sedangkan junior putri Australia menjadi yang tercepat di kategori sprint nomor. Pesaing terdekat Indonesia di junior putri yakni Selandia Baru tidak mampu konsisten dalam mendulang poin.

Meski tercepat di nomor down River race, Selandia Baru tercecer di nomor sprint  (peringkat ketiga), head to head  (peringkat kedua) dan slalom  (peringkat keempat).

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR