Ini yang Dilakukan Pemain Voli Berhijab Asal Jabar saat Ramadan

Sport

Selasa, 14 Mei 2019 | 15:17 WIB

190514152441-ini-y.jpg

Ferdy Soegito Putra

PEMAIN Voli Berhijab Asian Games XVIII/2018 asal Jawa Barat, Wilda S Nurfadilah memanfaatkan momen bulan Ramadan sebagai ajang memperkuat iman kepada Allah SWT. Bagi umat muslim, bulan Ramadan dianggap sebagai bulan yang istimewa.

"Menurut aku, bulan Ramadan itu bulan yang istimewa dimana orang-orang banyak menabung amal, pahala dan juga rezeki. Disini momen kita untuk lebih memperkuat iman, khususnya kepada Allah," kata Wilda saat dijumpai di GOR Trilomba Juang, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (14/5/2019)

Dalam mengisi bulan Ramadan tahun ini, Wilda pun mengaku lebih sering mengisi waktunya dengan mengikuti kajian, dimana pada tahun sebelumnya hal tersebut sangat sulit dilakukan mengingat ia sedang melaksanakan Training Center (TC) untuk menghadapi Asian Games XVIII/2018.

"Alhamdulillah, untuk tahun ini Wilda bisa di Bandung karena sebelumnya TC di Jakarta dan jarang banget bisa ikut kajian terus ibadah bareng sama orangtua. Jadi Ramadan ini aku rasa cukup spesial," kata Wilda.

Meskipun sekarang ia tidak begitu disibukan dengan kegiatan keatletannya, namun ia mengaku tetap menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan latihan ringan. Ia beranggapan bahwa dengan berpuasa bukan berarti menghentikan segala aktivitas.

"Pada intinya bagaimana kita memanage waktu, terus balik lagi ke kitanya, aku latihan ringan tetap dilakuin, work out (fitnes). Di bulan puasa kita lagi semangat-semangatnya beribadah, tapi Insya Allah bisa berdampingan, beres latihan sore terus tarawih," ujarnya.

Termasuk dalam berhijab, pevoli yang sudah paten memakai hijab di setiap kegiatannya ini mengaku tidak pernah terganggu ketika melakukan aktivitas olahraga termasuk bertanding. Selain menjadi pemain Voli, Wilda beberapa kali sempat menjadi salah satu model wanita inspiratif di beberapa media masa.

"Awal berhijab itu panggilan hati, mau bagaimanapun kalau sudah panggilan hati pasti beda ya, dan berhijab ini sangat nyaman bagi aku termasuk di hati aku. Aku ingat saat mengikuti kajian, katanya kalau seorang wanita keluar tanpa hijab itu sama dengan narik ayah ke neraka, dan itu yang bikin aku sedih sedangkan banyak yang belum aku lakuin untuk orangtua aku," ujarnya.




Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA