NPCI Jabar Segera Gelar Pelatda

Sport

Kamis, 25 April 2019 | 15:09 WIB

190425151049-npci-.jpg

UNTUK menghadapi Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) tahun 2020 di Papua, National Paralympic Commite of Indonesia (NPCI) Provinsi Jawa Barat mengaku akan segera melaksanakan Pelatda di seluruh Kota/Kabupaten se-Jawa Barat.

Ketua Umum NPCI Jawa Barat, Supriatna Gumilar menuturkan, pada proses Pelatda nanti, pihaknya akan merubah sistem dengan menyerahkan pelaksanaan kepada daerah yang dirasa sangat unggul pada jenis-jenis cabang olahraga (cabor) tertentu.

"Mengenai persiapan menghadapi Peparnas tahun 2020 nanti, NPCI Jabar sudah membuat schedule untuk melaksanakan Selekda pasa bulan Juni mendatang, dan Pelatda nanti kita akan gunakan sistem yang sangat berbeda dari sebelumnya yakni disebar di Kota/Kabupaten yang ada di Jawa Barat," ungkap Supriatna, saat dijumpai di Sekretariat NPCI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis (25/4/2019).

Saat menentukan lokasi pelaksanaan Pelatda, pihaknya mengaku tidak akan melihat dari sisi prestasi (keunggulan) daerahnya saja. Melainkan akan dilihat seluruh kesiapannya, termasuk tempat maupun sarana dan prasarana (Sarpras) yang dimiliki.

"Mengingat Pelatda rencananya akan disebarkan di kabupaten/kota masing-masing. Nantinya kita akan tentukan terlebih dahulu melalui rapat pleno, dari setiap daerah yang mengajukan mana yang kita rasa layak untuk dijadikan tempat Pelatda bagi cabor tertentu," katanya.

Dalam proses Seleksi pembentukan Tim Bayangan Peparnas, pihaknya juga akan kembali melibatkan seluruh komponen olahraga disabilitas melalui tahapan Seleksi daerah pada bulan Juni 2019 mendatang.

"Memang data hasil Peparda Kabupaten Bogor sudah kita pegan. Praktis yang mendapatkan medali emas akan diperhitungkan, namun kita juga akan memberikan kesempatan bagi mereka (atlet) yang sudah betlatih pasca pelaksanaan Peparda kemarin, tujuannya untuk menemukan yang terbaik," jelasnya.

Menurut Supri, meskipun pada Peparda di Labupaten Bogor lalu, beberapa atlet belum memiliki kesempatan mendapatkan emas. Bisa jadi beberapa atlet tersebut saat ini sudah memiliki kemampuan lebih dari para pesaing sebelumnya.

"Dalam waktu enam sampai tujuh bulan ini semua atlet pasti terus berlatih, jadi tidak menutup kemungkinan ada talent yang bisa diperhitungkan untuk memperkuat Jabar di Peparnas 2020 mendatang, mengingat target kita mempertahankan juara umum," ujarnya.

Mengenai peta persaingan pada Peparnas tahun 2020 mendatang, ia menilai pesaing kuat Jabar nanti masih di isi kontingen Jawa Timur (Jatim) dan DKI Jakarta. "Saingan kita masih Jatim dan DKI Jakarta, yang harus diwaspadai saya kira dari Jatim karena kemarin mereka berada di poaisi runner-up juga, jadi cukup diwaspadai," pungkasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR