Sejumlah Cabor Belum Ada Kepastian Dipertandingkan dalam PON 2020, Ini Kata KONI Jabar

Sport

Rabu, 17 April 2019 | 17:55 WIB

190417175554-sejum.jpeg

KETIDAKPASTIAN sejumlah cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan di ajang multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 Papua masih terus berlanjut. Namun saat ini sudah ada beberapa cabang olahraga yang bisa bernafas lega ketika surat 'Penyampaian Rencana Babak Kualifikasi (BK) PON XX/2020 Papua Nomor 232/I/BPP/III/2019' tanggal (29/3/2019) lalu keluar.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jawa Barat, Yunyun Yudiana pun berharap kepada cabang olahraga yang belum miliki kepastian untuk tidak mudah patah semangat dan terus berusaha agar cabornya bisa dipertandingkan.

Menurut Yunyun, sebelum benar-benar ditetapkan, semua kemungkinan yang terdapat di PON XX Papua masih bisa terjadi. Hanya saja hal tersebut perlu didorong dengan tekad Pengurus Pusat (PP) dari masing-masing cabor yang ingin dipertandingkan.

"Kita ambil contoh di bola tangan, dengan jumlah pengprov yang hanya ada 18 di Indonesia, ini bisa masuk, dan itu karena militansinya para pengurus agar bola tangan bisa dipertandingkan," kata Yunyun, di Gedung KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (17/4/2019).

Mengingat ajang PON sangat berbeda dengan event setingkat nasional lainnya, ia menegaskan, cabor yang masih belum memiliki kepastian dipertandingkan masih memiliki kesempatan untuk meloby.

"Pemikiran saya, biasanya di PON itu berbeda dengan event nasional yang lainnya, walau sudah mendekati satu bulan lagi, masih bisa bergaining. Dan Papua ini luar biasa, ketika mereka ingin, pasti dipertandingkan," katanya.

Maka pihaknya berharap kepada cabor-cabor yang belum dipastikan dipertandingkan di Papua untuk bergerak secara masiv, dimana selain Pengurus Provinsi (Pengprov), Pengurus Pusat (PP) cabang olahraga pun harus memiliki visi san misi yang sama.

"Jadi sebelum KONI, cabornya, terutama PP harus gerak, setelah itu barulah KONI-KONI Provinsi. Jadi harus di iringi loby-loby agar muncul pemikiran-pemikiran yang baik agar cabor tersebut dipertandingkan," ujarnya.

Tambahnya, Ia pun mengaku cukup menyayangkan apabila cabang olahraga yang diprediksi bisa menambah proyeksi medali Jawa Barat di PON nanti tidak dipertandingkan (fsp)

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR