Rangsang Pembinaan, FAJI Jabar Ubah Konsep Kompetisi

Sport

Senin, 15 April 2019 | 18:17 WIB

190415181838-rangs.jpg

Ferdy Soegito Putra

UNTUK merangsang pembinaan olahraga, khususnya arung jeram, Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat mengaku akan mulai merubah format kompetisi yang sudah lama bergulir.

Ketua Umum FAJI Jawa Barat, M Syaiful Bima berpendapat, dengan format yang digunakan sekarang, yakni 'single event', dikhawatirkan tidak dapat merangsang pembinaan baik di level cabang maupun provinisi.

"Ada beberapa poin memang yang sedang kita bahas dalam kesempatan ini, salah satunya FAJI Jabar ingin menentukan sikap dan langkah mengenai format kompetisi kedepan karena ini bersebrangan dengan ajang multi-event yang biasa kita laksanakan seperti di Porda," kata Bima saat menggelar Rakerprov FAJI Jabar tahun 2019 di Gedung DPD KNPI Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (15/4/2019)

Maka pihaknya sepakat, akan merekomendasikan format kompetisi yang biasa di gunakan di ajang 'multi-event'. "Kalau di Kejurnas (single event) misalnya di nomor R4 disana dibagi lagi perdivisi ada youth, junior open dan master, dan disana masing-masing ada 4 nomor, jadi 4 kali lipatnya, dan itu memberatkan," jelasnya

Sedangkan jika berbicara multi event, disana hanya berbicara 2 kategori dengan 4 nomor pertandingan. "tapi berbicara multi event kita hanya berbicaranya 2 kategori, R4 dan R6, dengan mempertandingkan 4 nomor pertandingan, slalom, sprint, head to head dan down river," tegasnya

Disinggung apakah hal tersebut akan menyalahi aturan yang sudah biasa diterapkan oleh pengurus besar (PB) atau tidak, pihaknya menganggap jika hal tersebut tidak akan menyalahi. Pasalnya ia tinggal menyiapkan pola diluar multi event apabila mau mengikuti aturan Kejurnas.

"Tidak menyalahi kalaupun kita mau ikut pola Kejurnas kita harus siapkan pola diluar multi event, untuk pelajar bisa masuk di youth, misalnya mahasiswa bisa masuk di open. ini ibaratnya busur namun dengan arah berbeda-beda," ujarnya.

Sedangkan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jawa Barat, Yunyun Yudiana, berharap pada Rakerprov FAJI Jabar kali ini, arung jeram Jabar bisa menjadi harapan dan lumbung emas baik di ajang PON XX/2020 maupun ajang yang lainnya.

"Jadi arung jeram ini bagian dari lumbung emas Jawa Barat, karena dari beberapa event sampai Kejurnas, Jabar ini mendominasi. Bisa dibayangkan dari 16 nomor yang dipertandingkan Jabar bisa mendapat 50%nya, artinya itu lumbungnya kita," kata Yunyun usai memberi sambutan di acara Rakerprov FAJI Jabar tahun 2019.

Mengingat arung jeram belum dipastikan akan dipertandingkan di PON XX atau tidak iapun mengaku akan ikut bersama-sama memperjuangkan hal tersebut. Demi kepentingan pembinaan dan prestasi Jabar di PON XX/ mendatang.

"Ketika lumbung kita tidak ada kita harus mencari cara lain, saya pun ingin mencoba dari berbagai cara karena tentu KONI Jabar pun berkepentingan disini," pungkasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR