Judo Jabar Kesulitan Jumlah Atlet ke PON Papua

Sport

Minggu, 14 April 2019 | 18:20 WIB

190414182134-judo-.jpg

konijabar.or.id

PENGURUS Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jawa Barat mengaku masih belum bisa memastikan berapa jumlah atlet yang bisa berlaga di PON XX tahun 2020 Papua. Hal tersebut buntut dari belum pastinya jumlah kuota yang berhak mengisi kelas-kelas yang akan dipertandingkan di PON.

"Sampai sekarang kita belum menerima kepastian dari PB (Pengurus Besar), berapa kuota atlet yang berhak mengisi ke-18 kelas yang rencananya akan di pertandingkan, apakah tetap atau berkurang," kata Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jabar, Arnold Silalahi, saat dijumpai di Gedung KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (14/4/2019)

Menurut Arnold, disetiap penyelenggaraan PON, biasanya ada 8 atlet yang akan mengisi di tiap-tiap kelasnya. Dan jumlah tersebut diluar dari atlet yang sudah lolos otomatis melalui wildcard, misalnya tuan rumah.

"Biasanya yang berhak masuk itu dari mulai 8 besar (setiap kelas), diluar tuan rumah karena sudah lolos otomatis, tapi sampai sekarang belum ada kepastian," ujarnya.

Melalui kabar yang berrdar, menurutnya jumlah kuota untuk cabor judo kurang lebih sebanyak 140 atlet. Dan dari ketentuannya, setiap provinsi hanya boleh menempatkan 1 atlet disetiap kelas.

Jika benar demikian, maka jumlah kelas yang di pertandingkan di PON XX/2020 berkurang dari PON XIX/2016. Dan ia menilai bahwa hal tersebut merupakan suatu kemunduran dari cabang olahraga judo.

"Sewaktu di Jawa Barat jumlah kelas yang dipertandingkan lebih banyak yakni 22 kelas dan kuota tiap provinsi itu maksimal dua atlet di setiap kelasnya, tentu ini akan menjadi satu kemunduran, dan hanya tersisa 12 atlet yang akan berlaga di nomor Nage No Kata putra dan Juno Kata putri " jelasnya.

Ia pun meminta agar PB PJSI bisa mengkaji ulang mengenai penetapan kuota atlet di PON XX Papua."Seharusnya PB PJSI menghitung dulu sebelum menetapkan. Bahkan dengan jumlah kuota tersebut dipastikan tidak akan ada wildcard di PON XX," katanya

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR