KONI Jabar Tidak Mau Melakukan Praktik Jual Beli Atlet

Sport

Jumat, 12 April 2019 | 16:21 WIB

190412162311-koni-.png

KHAWATIR akan terjadi perpindahan atlet, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Barat mengaku masih belum bisa memastikan berapa jumlah atlet yang sudah masuk kedalam tim Jawa Barat.

"Hasil selekda dari beberapa cabang olahraga (cabor) saya belum cek karena harus dipastikan dulu, khawatir salah penyampaian nanti seperti kemarin di tenis sudah mau pindah katanya," ungkap Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin, di Gedung KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (12/4/2019).

Dia berharap agar seluruh cabor yang membina para atlet agar terus melakukan peningkatan. Sehingga dapat melahirkan atket yang berkualitas dikemudian hari.

"Jadi cobalah dibina, sehingga ada proses. Untuk pindah pun cukup sulit," katanya.

Ia pun menegaskan, untuk menghadapi PON XX tahun 2020 di Papua, Jabar tidak ingin melakukan praktik-prakti jual beli atlet. "Saya tidak mau beli-beli dan tidak mau dibeli," tegasnya.

Sebelumnya, saat menghadiri acara pelantikan Kepengurusan KONI Kabupaten Bandung masa bhakti 2018-2022, Ahmad mengatakan sudah menyiapkan formula untuk mempertahankan para atletnya.

"Saya sudah buat formulasi untuk membangun keolahragaan di Jawa Barat, salah satunya dengan mempertahankan selogan 'Jabar Kahiji' dan 'Ngahiji', semangat yang sudah dibangun selama 55 tahun itu jangan sampai pudar karena selama 55 tahun Jabar baru menjadi juara umum," katanya.

Ia pun mengajak agar semangat Jabar nanti dapat di bawa ke PON XX Papua. "Mari jadikan juata sebagai tekad Jabar di POn XX Papua, Jabar tidak ingin jadi yang lain, harus menjadi juara,"tegasnya.

Sempat dihubungi secara terpisah, sebelumnya, Wakil Ketua II KONI Jawa Barat, Verdia Yosef pun mengaku baru akan memverifikasi data para atlet hasil selekda pada pekan ini. Dan sejauh ini pihaknya masih belum menerima laporan dari tiap-tiap cabir yang sudah melaksanakan Selekda.

"Belum ada laporan dari cabor. Tapi minggu ini kita akan verifikasi," pungkasnya

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR