Mutasi Ilegal, Perbasasi Kota Bandung Jatuhi Sanksi pada 1 Pelatih dan 2 Atlet

Sport

Kamis, 7 Februari 2019 | 18:13 WIB

190207181605-mutas.jpg

Ferdy Soegito Putra

Ketua Umum Perbasi Kota Bandung, Jajat Sudrajat (kanan) bersama jajaran pengurus Perbasi Kota Bandung saat memperlihatkan surat sanksi untuk 1 orang pelatih dan 2 orang atlet

PENGURUS Cabang (Pengcab) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Bandung akhirnya menjatuhkan sanksi organisasi kepada satu orang Pelatih Klub Bola Basket berinisial AS. Sanksi pun diberikan kepada dua pebasket putri Pekan Olahraga Darah (Porda) XIII Jawa Barat asal Kota Bandung atas pelanggaran mutasi.

Menurut Ketua Umum Pengcab Perbasi Kota Bandung, Jajat Sudrajat, diberikannya sanksi kepada 3 orang ini didapat setelah dua orang diantaranya (atlet) terbukti melakukan perpindahan (mutasi) pasca pelaksanaan Pekan Olahraga Darerah (Porda) XIII Jawa Barat tahun 2018

"Setelah meneliti semua data dan laporan, maka kami memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada 1 orang pelatih serta 2 atlet melalui surat sanksi nomor 442/PERBASI-KT.BDG/II/2019 dimana mereka dilarang untuk aktiv selama 18 bulan dalam seluruh kegiatan Perbasi Kota Bandung," jelas Jajat saat dijumpai di Sekretariat Kota Bandung, Jalan Pajajaran, Kota Bansung, Kamis (7/2/2019)

Adapun alasan penjatuhan sanksi kepada pelatih AS, dikatakan karena yang bersangkutan terindikasi mengetahui bahwa atlet akan melakukan mutasi dan ikut mendampingi ketika atlet berlaga bersama salah satu tim di Porda XV Kalimantan Timur.

"Ini harus digaris bawahi, bahwa atlet yang melakukan mutasi ini mengaku tidak berdasarkan paksaan atau dorongan dari orang lain, akan tetapi dari keinginannya sendiri. Lalu kenapa kami menjatuhkan hukuman kepada AS, itu karena yang bersangkutan adalah ayah (owner) dari klub yang bersangkutan dan seharusnya dia bisa melarang, tapi kami lihat difoto AS berada di sana dan mendampingi," jelasnya.

Lanjut dia, dengan sudah dijatuhkannya sanksi kepada 1 orang pelatih serta 2 orang atlet tersebut, maka Perbasi ingin menunjukan bahwa mereka konsisten dalam menegakan peraturan yang berada didalam organisasi.

"Sebelumnya ada pernyataan, kalau kami lamban dalam menangani kasus mutasi ini, namun sebenarnya kami bukan lamban karena sebelum memutuskan kami pun harus menempuh jalur-jalur yang sesuai agar apa yang akan diputuskan nanti dapat menjadi contoh bagi semua insan olahraga bola basket khususnya di Kota Bandung," tegasnya

Kabid Legal Perbasi Kota Bandung, Dhoni Taufik pun membenarkan jika pihaknya tidak ingin tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dimana dalam kasus ini Pengcab pun perlu berkonsultasi dengan induk organisasi olahraga yakni Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung.

"Sebelum memutuskan, kami dari Tim Legal harus mendiskusikan kasus ini bersama KONI, karena mereka adalah induk organisasi olahraga yang menaungi selurih Pengcab di Kota Bandung dan kami harus mengumpulkan data sampai akhirnya melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan," katanya

Selain itu, melalui arahan Jajat, Perbasi Kota Bandung juga diakui sudah beberapa kali melakukan rapat pleno baik secara internal maupun bersama KONI Kota Bandung agar kebijakan yang diambil tidak akan merugikan dan memberi efek jera bagi ke 3 orang tersebut.

Kemudian, agar kasus mutasi tidak lagi terjadi di kemudian hari. Pihaknya mengaku akan mengumpulkan seluruh anggota Perbasi untuk diberikan sosialisasi ulang terkait aturan yang sudah disepakati. "Dalam waktu dekat kita akan mengumpulkan seluruh anggota Perbasi Kota Bandung, untuk diberikan kembali arahan terkait aturan-aturan yang harus ditegakan, kita harap ini yang terakhir kalinya dan tidak akan terulang dikemudian hari," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR