Pelatih Akui Sulit Temukan Bibit Petinju Potensial

Sport

Jumat, 11 Januari 2019 | 14:49 WIB

190111144912-pelat.jpg

dok

Ilustrasi

PELATIH Tinju Kota Bandung, Saulus Lacaden mengaku kesulitan menumbuhkan minat masyarakat untuk menjadi petinju. Salah satunya karena stigma negatif yang masih melekat di tinju.

"Ini salah satu hambatan yang kita miliki ketika ingin melakukan kaderisasi. Karena masyarakat selalu berpandangan tinju amatir sama seperti tinju professional yang biasa mereka lihat di televisi. Padahal perbedaannya seperti bumi dan langit," kata Saulus saat dijumpai di Gedung KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Jumat (11/1/2018)

Saulus berpendapat, bahwa tinju yang terdapat di jalur olahraga prestasi (tinju amatir) sangat berbeda dengan tinju pada umumnya (professional). Bahkan dalam segi aturan, ia menilai tinju amatir lebih mengutamakan faktor keamanan bagi si atlet.

Tidak hanya dilengkapi dengan alat pelindung seperti head protection (helm), ketebalan sarung tinju yang digunakan juga dikatakan sangat berbeda dengan ukuran yang terdapat pada tinju professional.

"Masalah keamanan pada tinju amatir ini sudah bisa dipastikan sangat aman sehingga sangat meminimalisir tingkat cedera bagi atlet. Di cabang olahraga bela diri lain bahkan bisa lebih beresiko meskipun sudah menggunakan body protection dan helm karena pukulan atau tendangannya bisa mendarat langsung kebeberapa bagian tubuh tanpa adanya perlindungan," ujarnya.

Selain itu, pada saat bertanding, cabang olahraga tinju pun sangat memperhatikan kemampuan dari para atletnya. Bahkan pertandingan bisa saja diberhentikan ketika terdapat perbedaan kekuatan yang signifikan.

"Pada tinju amatir ini, wasit dan juri bisa memberhentikan pertandingan jika dinilai atlet tidak laya berada di atas ring. Kemudian, meskipun baru terpukul satu kali saja kalau dinilai pukulan tersebut tidak layak juga itu bisa langsung diberhentikan oleh salah satu pihak baik wasit maupun hakim juri dibawah," jelasnya

"Perlu sosialisasi yang lebih intens memang mengenai hal ini, terutama kepada orang tua yang belum mengerti bagaimana tinju amatir berjalan. Sehingga terkadang ada atlet yang sangat berminat namun orang tua tidak mendukung, terkadang kami juga terjun langsung untuk menjelaskan hal tersebut," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR