Pertajam Rivalitas dengan Klopp

Manchester City vs Liverpool, Jelang Big Match Guardiola Dituding Sengaja Beri Kode pada Wasit

Soccer

Jumat, 8 November 2019 | 12:15 WIB

191108132433-manch.jpg

dailymail

Jelang big match Liga Primer yang mempertemukan dua klub pemuncak klasemen, Liverpool vs Manchester City di Stadion Anfield, Minggu (10/11/2019) media diwarnai psy-war tak terduga antara pelatih kedua tim. Berawal dari komentar Pep Guardiola usai laga kontra Southampton akhir pekan lalu. Tanpa ada yang bertanya, Pep “ujug-ujug” mengomentari skuad calon lawan, Sadio Mane. Meski melunak setelah mendengar komentar balasan Klopp, tak urung pernyataan Pep ini dituding sebagai kode pada wasit.

Ia menyebut pemain Senegal tersebut terkadang melakukan diving. Sesuatu yang membuat Klopp tak nyaman mengingat timing komentar mantan koleganya di Bundesliga itu. Dikutip dari DailyMail, Jumat (8/10/2019) ditanya reporter jelang laga lanjutan Liga Champions kontra Genk, Klopp mengaku aneh. Di luar itu media menyoroti rivalitas Pep dan Klopp yang sepertinya mulai menajam, khususnya setelah keduanya kembali bersaing di Liga Primer.

Pipe down..

Persaingan Pep dan Klopp bermula di Bundesliga kala menukangi Bayern Munich dan Jurgen Klopp mengarsiteki Borussia Dortmund. Catatan Pep bersama klub bermoto Mia San Mia terbilang mentereng. Muenchen memenangi gelar Bundesliga selama ditukangi olehnya. Meski demikian Klopp mampu “mencuri” trofi German Supercups dari pelatih Catalan itu.  Keduanya pun lebih sering saling memuji.

Namun tak seperti di Bundesliga, kembali bertemu di Liga Primer, Klopp bertranformasi menjadi arsitek dengan tim yang menerapkan gaya permainan yang tak mudah dikalahkan setiap kali bertemu skuad asuhan Pep. Pep sendiri   mengakui “Klopp versi Liverpool” sebagai pesaing  paling rumit yang pernah dihadapinya. Meskipun mampu memenangi dua gelar Liga Premier bersama The  Citizens, skuad Pep selalu berjuang keras setiap kali berhadapan dengan The Reds di Liga Champions.

Gara-gara diving Mane.

Di musim kedua bersama The Citizens, The Reds menyingkirkan mereka di fase knock out. Terakhir Klopp  memenangi gelar yang sangat dibutuhkan Guardiola di  musim ketiganya, trofi Champions. Dan menuju bentrokan Minggu ini Pep yang terpaut enam poin dari Liverpool di puncak klasemen akan melakukan apa saja demi mencegah gap sembilan poin di akhir laga.

Dan Pep yang biasanya tenang tanpa diduga memulai perang psikologis usai mengalahkan Southampton 2-1 akhir pekan lalu. Gestur yang bagi sebagian juga dianggap sebagai pertanda “nervous”. Tak ditanya mengenai  Sadio Mane atau calon rival berikutnya, ia memilih membahas salah satu andalan  Liverpool yang paling efektif musim ini.

Rekor Klopp di final lebih oke, termasuk final Piala Liga Jerman.

We're cool though.

"Terkadang dia melakukan diving," katanya pada BBC Sport. “Mane juga memiliki bakat untuk mencetak gol luar biasa di menit-menit terakhir. Dia sangat berbakat." Pep seolah tahu efek komentarnya pada skuad Merseyside. Ada juga yang menyebut jika komentar tadi menjadi kode darinya pada wasit yang bakal memimpin laga big match nanti, Michael Oliver agar mengawasi Mane.

Menanggapi ini Klopp menolak klaim jika Mane sengaja diving. Ia juga mempertanyakan motivasi Pep. "Sejujurnya, aku benar-benar tidak percaya tapi kemudian aku melihat klipnya," ujarnya. “Aku tidak yakin apakah Pep mengomentari Sadio atau tim tapi dua-duaanya tidak pantas.. Dan aku tidak tertarik dengan hal-hal semacam ini.”

Kode untuk wasit?

Klopp juga memberi isyarat bahwa City “sangat perhatian” pada Liverpool. Buktinya Pep jelas-jelas tahu Mane dikartu kuning karena diving beberapa saat setelah tim asuhannya menyelesaikan laga kontra Southampton.  Klopp menilai aneh baginya. “Aku tak punya waktu memikirkan tim lain. Aku  punya lebih dari cukup urusan yang harus dipikirkan tentang kami,” katanya.

Klopp vs Guardiola

Main  - 16

Guardiola menang - 7

Klopp menang  - 7

Draw - 2

Really?

Rekor head-to-head Klopp dan Pep saat ini tercatat sama kuat. Keduanya masing-masing memenangi  tujuh pertandingan dengan dua kali seri. Persaingan Pep dan Klopp di Bundesliga terjadi enam tahun lalu. Klopp membawa Borussia Dortmund mengalahkan Bayern Munich di Piala Super Jerman tahun 2013.

Pep membalas di musim yang sama dengan kemenangan 3-0. Dan meskipun Dortmund membalikkan skor di Allianz Arena, Bayern sudah memenangkan gelar. Bayern juga mengalahkan rival mereka ini di final Piala Jerman. Berikutnya Pep menyabet trofi Bundesliga untuk kali kedua. Namun  pelatih Jerman karismatik itu membalas dendam di semifinal Piala Liga lewat kemenangan adu penalti.

Advantage Klopp now?

Pencapaian itu menandai musim terakhir Klopp dengan Dortmund dan Pep. Berikutnya mereka bertemu tanah Inggris. Apa kata Pep? “Klopp pelatih dengan gaya menyerang terbaik di dunia." Dia juga mengatakan, "Tim yang bermain secara terbuka di Anfield tidak akan mendapatkan satu pun peluang,  satu persen sekalipun."

Musim 2017-18, City dan Liverpool bertemu empat kali. Kartu merah Mane pada pertemuan pertama mewarnai pembantaian 5-0 di Etihad. Kemenangan 4-3 untuk Liverpool kembali diraih di Anfield pada bulan Januari. Berikutnya persaingan di ajang Liga Champions jelas dimenangi Liverpool. Terakhir Pep kembali harus mengakui keunggulan The Reds.

Eskpresif.

Tetapi meski tensi dirasa meningkat, Klopp dan Pep tetap menjaga etika. Klopp bahkan tak segan membuat lelucon saat membandingkan dirinya dengan sang rival yang selalu rapi. “Di pinggir lapangan Pep ekspresif  tapi tak seekspresif aku. Dia juga tetap terlihat oke  saat berteriak. Pep selalu terlihat sempurna, postur, pakaian, semuanya.”

“Beda denganku yang ketika berteriak terlihat seperti pembunuh berantai. Aku juga menggeretakkan gigi di momen tertentu. Dan ekspresiku memang begini, saat melihat bayi pun ekspresiku sama. Dan seringnya bayi menangis setiap kali aku mengajak mereka bicara.”

All okay!

Dan yang teranyar tahu jika bos Liverpool menanggapi komentarnya tentang Sadio Mane dengan tidak terlalu positif, Pep pun melunak. “Jurgen mengatakan dia tahu Sadio lebih baik dariku. Dan aku memiliki respek yang luar biasa untuk itu,” katanya. Ia juga menegaskan pencapaian Liverpool sejauh ini bukan kebetulan.

"Apa yang dilakukan Liverpool musim lalu dan musim ini karena mereka memiliki kualitas dan bakat luar biasa untuk berjuang hingga akhir." Apa pun itu komentar dari keduanya akan kembali mewarnai media usai laga Minggu ini. Sama-sama mengaku tak berniat melontarkan komentar negatif, tak sedikit yang yakin ada retakan dalam hubungan keduanya akhir-akhir ini. Bukan tak mungkin pula efeknya semakin melebar.

Oh-stop it!


Editor: Mia Fahrani



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA