Carabao vs Piala Dunia Klub

Liverpool Main di Dua Benua Berbeda dalam 24 Jam, Klopp Pusing Liverpudlian Pesta Meme

Soccer

Rabu, 6 November 2019 | 14:09 WIB

191106140922-dipas.jpg

dailymail


Liverpool akan memainkan dua pertandingan di dua benua dalam 24 jam.  Ini dipastikan setelah tanggal perempat final Piala Carabao kontra Aston Villa dikonfirmasi. Satu minggu setelah berdiskusi dengan EFL, Liverpool akhirnya menerima jadwal laga tandang di Villa Park pada hari Selasa, 17 Desember yang juga akan disiarkan langsung.

Jadwal ini tepat 24 jam sebelum semifinal Piala Dunia Klub di Qatar. Meski tetap terdengar tak masuk akal dan bikin puyeng, pelatih The Reds Jurgen Klopp menyebut jadwal ultra-padat yang disodorkan ini tetap pilihan terbaik dibanding alternatif lainnya. Berharap jadwal bulan Januari, Klopp harus menerima jika bulan pertama tahun 2020 sudah terdaftar untuk leg pertama semifinal Piala Carabao.

"I don't like it."

Lalu apa yang akan dilakukan Klopp dengan jadwal superpadat itu? Pernyataan EFL menyebut Liverpool berkomitmen menurunkan tim dengan skuad yang sebagian besar ikut berpartisipasi dalam putaran awal kompetisi musim ini untuk laga di Villa Park. Liverpool lolos ke 8 Besar secara dramatis setelah mengalahkan Arsenal 5-4 lewat adu penalti usai bermain imbang 5-5 di Anfield pekan lalu.

Pernyataan dilontarkan setelah Klopp "mengancam" akan mengorbankan satu kompetisi jika solusi yang dirasa pas tidak ditemukan. Namun konfirmasi jadwal semalam yang diterima pihak The Kopites memastikan jika mereka akan tetap mengikuti kedua kompetisi. Caranya dengan menurunkan dua tim berbeda.

See for yourself..

“Kami akan menurunkan dua tim untuk bermain secara bersamaan dengan satu tim berpartisipasi di Piala Dunia Klub FIFA di Qatar dan tim lainnya di Piala Carabao.” Disebutkan juga jika jadwal ini memang tidak ideal namun tetap diterima karena jadwal alternatif  jauh lebih tidak memungkinkan.

“Alternatif lain lebih banyak memicu masalah daripada solusi, jadi kami menerima jadwal ini. Aku tidak ingin absen dari piala kompetisi di Inggris tapi persoalannya pun sangat jelas.  We respect the competitions tapi semua tahu situasinya seperti apa,” ungkapnya.

Kerja keras Sadio Mane.

Klopp juga menyoroti pentingnya FIFA, UEFA, Premier League, dan Football League duduk satu meja demi kepentingan pemain yang sudah seharusnya tampil prima dengan jadwal proporsional. Tidak hanya mementingkan aspek komersial. Pelatih Jerman itu juga membantah kesan jika dirinya menyepelekan Carabao Cup. “Yang aku tidak suka adalah sistem dua leg semifinalnya. It's in a busy period, I don't like it.”

Sedangkan mengenai Piala Dunia Klub menurutnya ini kesempatan langka. “Kita tampil di sini karena keberhasilan memenangi Piala Champions. Ini bukan sesuatu yang dicapai dengan mudah,” katanya. Di luar itu Klopp mengkritik penyelenggara kompetisi yang seharusnya bisa lebih komprehensif membuat jadwal.  Lebih jauh ia mengaku prihatin jika para pemain seolah menjadi sapi perah demi aspek komersial alias uang.

Some trolls everyone..

Sadio Mane misalnya. Skuad Liverpool ini tercatat bermain 125 kali untuk klub dan timnas negaranya sejak awal musim 2017-2018. Klopp yakin sudah waktunya  “pihak-pihak berwenang” untuk bertemu dengan manajer demi  jadwal yang masuk akal.

"Seharusnya ada pertemuan dengan lima hingga 10 manajer top di dunia, FIFA, UEFA, dan CEO dari liga-liga besar. Semua berdiskusi dan setiap orang mendapat hak suara yang sama,” ujarnya. Ia juga mengakui sepak bola telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir termasuk dari sisi bisnis.

Mayday-mayday!

Well..

“Aku mengerti, kami bagian dari itu dan kami mendapat manfaat dari bisnis, 100 persen. Tapi jangan lupakan, perkembangan ini memungkinkan berkat  kualitas para pemain. Dan tugas kita membantu pemain memenuhi potensi mereka,” tegasnya. Klopp juga mengugkap dalam sepak bola modern manajer seolah tidak punya waktu untuk latihan. Bahkan pra-musim banyak mengalami “interupsi”.

Sementara itu, menanggapi jadwal tak masuk akal ini, Liverpudlian ramai-ramai memenuhi timeline dengan meme. Di antaranya selorohan saran menurunkan mascot boys di salah satu even hingga menawarkan diri sebagai pemain sukarela. Seperti sang manajer, mereka pun hanya bisa frustrasi menerima jadwal kali ini dan tentunya berharap hasil terbaik di kedua kompetisi.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA