Insiden Sofia Berlanjut, Dua Pekan Klub Liga Inggris Berlaga dengan Bola Anti-Diskriminasi

Soccer

Minggu, 20 Oktober 2019 | 12:11 WIB

191020121035-insid.jpg

dailymail


Liga Inggris akan menggunakan bola dengan desain khusus selama dua minggu. Dikutip dari DailyMail kemarin, bola dimaksud merupakan simbol komitmen perlawanan terhadap rasisme di lapangan hijau. Laporan Sportmail bola akan digunakan dalam semua laga big match minggu ini dan minggu mendatang. Melalui bola dengan slogan No Room for Racism, pengelola Liga Inggris berharap kampanye menolak apa pun bentuk rasisme di dunia olahraga khususnya sepakbola tersampaikan secara massif.

Kampanye dilakukan secara intens menyusul insiden yang berlangsung di laga kualifikasi Euro 2020 antara Inggris kontra Bulgaria di Sofia, akhir pekan lalu. Laga terpaksa dihentikan dua kali setelah terjadi keributan akibat teriakan dan yel-yel rasis suporter tuan rumah yang diarahkan pada pemain berkulit hitam skuad The Three Lions.

Tammy Abraham dan Joe Willock ikut dalam kampanye anti-diskriminasi Liga Inggris.

Ada dua versi warna.

Untuk minggu ini tim yang melakukan laga kandang akan menggunakan bola anti-rasisme berwarna putih. Sedangkan minggu kedua tim akan melakukan kick-off dengan bola berwarna kuning. Selain itu selama dua minggu tuan rumah akan memutar klip peringatan untuk tidak melakukan aksi rasis sebelum pertandingan dimulai.

Raheem Sterling dan bintang muda timnas Inggris Tammy Abraham ikut tampil dalam klip kampanye resmi ini. Total delapan pemain berdarah Afrika terlibat untuk kampanye kali ini, termasuk legenda Arsenal Ian Wright dan pemain Asia dan etnis lainnya. Tak hanya pemain, manajer Doncaster Darren Morgan dan mantan pemain Newcastle Shola Ameobi juga ikut menolak rasisme di kancah olahraga.

Pelatih timnas Bulgaria Krasimir Balakov.

Sementara itu pelatih timnas Bulgaria Krasimir Balakov mundur setelah laga melawan Inggris yang banyak menjadi sorotan. Manajer berusia 53 tahun itu berada di pinggir lapangan saat suporter ultras tuan rumah meneriakkan yel-yel rasis dan melakukan salut ala Nazi. Mundurnya Balakov dan tim pelatih disampaikan komite eksekutif persatuan sepakbola Bulgaria dalam konferensi pers Jumat pekan kemarin.

Komentar Balakov usai laga turut memicu kontroversi. Ia menyebut persoalan rasisme sepakbola di Bulgaria tak seserius di Inggris. Ia juga menilai apa yang diterima sebagian skuad The Three Lions merupakan sesuatu yang normal dalam sebuah pertandingan. Sebaliknya ia menuding justru reaksi pendukung Inggris sudah berlebihan. Meski demikian terakhir Balakov menyampaikan permintaan maaf dan mengaku prihatin masih ada pemain yang menjadi sasaran rasisme.



Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA