Madrid Tolak Bertukar Jadwal, Warga Catalan Tuntut Kemerdekaan Laga El Clasico Tak Jelas

Soccer

Jumat, 18 Oktober 2019 | 13:47 WIB

191018134708-demo-.jpg

dailymail


Dinanti para pencinta bola sepak, laga El Clasico kemungkinan bakal ditunda hingga dua bulan. Ini dilakukan pihak Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol yang berupaya menghindari potensi rusuh di tengah berlangsungnya protes Catalan. Dikutip dari DailyMail kemarin, Real Madrid sedianya akan bertandang ke kandang Barcelona, Stadion Nou Camp pada 26 Oktober.

Namun  pihak penyelenggara mengkhawatirkan aspek menyusul rencana demo kelompok separatis Catalan di hari yang sama. Media Spanyol MARCA melaporkan pemerintah menentang laga digelar pada akhir bulan ini. Kedua klub sebelumnya tidak bersedia memindahkan venue ke Santiago Bernabeu. Hasilnya laga diperkirakan ditunda sampai akhir tahun ini. Terakhir pembicaraan dilakukan terkait kemungkinan tanggal alternatif yang dirasa memungkinkan.

Lionel Messi masih harus menunggu.

Ribuan warga tumpah ke jalanan Barcelona menuntut kemerdekaan Catalan.

Potensi rusuh di laga El Clasico.

Meski dianggap bisa mengurangi jumlah penonton karena jatuh pada hari kerja yaitu Rabu, sejauh ini  18 Desember menjadi pilihan paling logis bagi Real Madrid dan Barcelona. Masalahnya minggu yang sama menandai putaran pertama Copa del Rey. Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, dan Valencia sendiri tidak akan bermain di babak pembuka karena ikut juga dalam Supercopa De Espana pada Januari mendatang. 

Soal penundaan El Clasico pertama kali muncul Rabu lalu ketika La Liga merilis pernyataan berisi proposal untuk mengubah venue. “Kami telah meminta komite kompetisi RFEF untuk bertemu dan mengubah lokasi El Clasico ke Madrid karena keadaan luar biasa di luar kendali kami."
Pertandingan yang berlawanan akan berlangsung di Madrid pada tanggal 1 Maret.

Diungkap Marca.

Pendemo bentrokan dengan aparat.

Bentrokan antara pemrotes dan polisi pecah setelah dipenjaranya sembilan politisi dan aktivis Catalan pasca-referendum kemerdekaan yang gagal pada tahun 2017. Barcelona sudah merasakan dampak dari protes ini dengan harus menempuh perjalanan 379 mil selama enam jam untuk sampai ke Eibar pada akhir pekan ini.

Dengan kondisi saat ini juara musim lalu itu terpaksa melakukannya dengan layanan minimal akibat mogok massal yang membuat bandara Barcelona  ditutup sejak awal minggu ini. Pihak Barcelona sendiri merilis pernyataan resmi saat sejumlah pengunjuk rasa ditahan aparat kepolisian.

Madrid ogah bertuker jadwal kandang.

Pihak klub rilis pernyataan politik.

"Sama halnya dengan penahanan pra-persidangan yang tidak membantu menyelesaikan konflik, demikian juga hukuman penjara. Penjara bukan solusi untuk dialog politik. Klub meminta semua pembuat kebijakan memimpin proses dialog dan negosiasi untuk menyelesaikan konflik ini, yang juga harus memungkinkan pembebasan pemimpin pihak sipil dan politik."

I see..


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA