Presiden Erdogan Lancarkan Aksi Militer, Final Liga Champion di Ataturk Stadium Turki Terancam Batal

Soccer

Kamis, 17 Oktober 2019 | 14:54 WIB

191017145419-dimot.jpg

dailymail

UEFA berencana membatalkan Istanbul  sebagai venue final ajang Liga Champions musim ini, menyusul langkah militer Turki menyasar kelompok bersenjata Kurdi di perbatasan Suriah. Wakil presiden UEFA Michele Uva mengonfirmasi pihaknya sedang mempertimbangkan dibatalkannya laga puncak Liga Champions yang sedianya bakal digelar di Stadion Ataturk Istanbul. Italia menjadi negara yang mendukung usulan terbaru ini. 

"Kami hanya akan melakukan tindakan sejauh  peran kami tanpa mengesampingkan respek  penuh terhadap otonomi dan kemandirian olahraga. Dan jelas kami tidak dapat menggantikan PBB, Uni Eropa, juga peran negara, diplomasi, duta besar dan lembaga politik lainnya," katanya kepada Tuttomercatoweb. "Keputusan UEFA dibuat dengan sepengetahuan Komite Eksekutif UEFA dan presiden," lanjutnya.

Military salute Turki di laga kontra Prancis, akhir pekan ini.

Another military salute saat membungkam Albania, satu minggu sebelumnya.

Sebelumnya timnas Turki juga menjadi sasaran kritik setelah melakukan selebrasi berupa salam militer di pertandingan kualifikasi Euro 2020. Para pemain termasuk skuad   Everton bersama-sama melakukan salut ala tentara kala merayakan gol ke gawang Prancis dalam laga yang berakhir imbang 1-1, akhir minggu lalu. Selebrasi serupa juga dilakukan saat mereka mengalahkan  Albania 1-0, pekan sebelumnya.

Para pemain Turki sendiri mengaku bangga dengan negaranya, termasuk kebijakan militer Presiden Recep Tayyib Erdogan yang memulai Operation Peace Spring di perbatasan Suriah saat ini. Sementara itu  Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora melayangkan surat resmi kepada Presiden UEFA Aleksander Ceferin. Media Spanyol, Marca menyebut Italia mempertanyakan kelayakan Turki menggelar even puncak Liga Champions.

Wakil presiden UEFA Michele Uva.

Ataturk Stadium sebelumnya pernah menggelar final Champions edisi 2005.

"Kita harus mempertimbangkan  saat ini apakah pantas [bagi Turki untuk menjadi tuan rumah final] karena tindakan militernya yang sangat serius terhadap penduduk sipil Kurdi. Kita harus membuat keputusan paling berani dan menunjukkan, sekali lagi bahwa sepakbola adalah instrumen perdamaian." Demikian kutipan keberatan yang disampaikan Italia.

Sesuai agenda final Piala Champions 2020 sedianya digelar di Ataturk Stadium di mana  Liverpool membungkam  AC Milan lewat adu penalti di final edisi 2005 tepatnya Sabtu, 30 Mei.

Editor: Mia Fahrani



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA