Terpaksa Ditutup Mirip Kompresan, Begini Jika Keukeuh Gunakan Ikat Kepala Branded di Liga Inggris

Soccer

Rabu, 9 Oktober 2019 | 15:16 WIB

191009151739-keuke.jpg

dailymail

Pemain bola dan barang  branded sepertinya memang bersisian. Termasuk skuad Newcastle Allan Saint-Maximin yang mengenakan ikat kepala branded kala menghadapi Manchester United pekan lalu. Ia mengenakan ikat Gucci dalam penampilan yang berakhir kemenangan 1-0 bagi timnya.

Tampil cukup impresif di St. James' Park, winger 22 tahun berpaspor Prancis tersebut mengenakan koleksi Gucci berbanderol £180 atau Rp 3,2 juta. Meski bisa jadi tak terlalu mahal bagi dirinya tapi rupanya regulasi sponsorship mengharuskannya menutup brand Gucci yang dikenakannya dengan selotip seadanya. Hasilnya, bukannya terlihat cool sebagian netizen menyebutnya mirip orang dikompres.

Well..

How it's suppose to..

Mantan pemain internasional Prancis U-21 itu bergabung bersama  The Magpies dengan kontrak enam tahun setelah menghabiskan dua musim di Nice di Ligue 1. Sejauh ini Allan sudah  empat kali tampil di Liga Premier. Hasilnya publik dibuat  yakin dengan penampilannya.

Dalam postingan Instagram miliknya Maximin juga menunjukkan passion-nya pada sepak bola serta kesiapannya meraih sukses serta ketenaran dan uang. “2002 vs 2019 tetap bersinar? Kumasih semangat untuk sepak bola, dance, fashion, dan ... IKAT KEPALA tentu saja! Dimulai dari bawah, sekarang kita di sini tapi ceritanya akan tetap sama melalui uang dan ketenaran".

The comments.

Ikat kepala menerima ulasan yang beragam secara online, dengan satu pengguna Twitter menamakannya 'segala sesuatu yang salah dengan sepakbola modern.' Namun, yang lain merasa itu adalah pernyataan yang brilian, berseru: "Sungguh pemain yang hebat."

Soal ikat kepala branded Allan, rupanya tak semua netizen suka. Meski ada yang menganggapnya fesyen dan sudah menjadi bagian sepak bola modern, tak sedikit pula yang melihatnya berlebihan.

Well, your call?

Editor: Mia Fahrani



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA