Ikuti Ibrahimovic dan Alexis Sanchez? Ditolak Sejak Awal Griezmann Akui Sulit Berteman dengan Messi

Soccer

Senin, 7 Oktober 2019 | 11:00 WIB

191007103507-griez.jpg

dailymail

Bergabung bersama klub sebesar Barcelona tentunya menjadi impian banyak pesepak bola. Tapi ternyata untuk sukses dengan klub Catalan ini tak cukup mengandalkan skill mumpuni saja. Penerimaan alias restu dari megabintang Lionel Messi ternyata menjadi syarat lain untuk sukses di Barca.  Mungkin kebetulan tapi faktanya sejumlah nama mentereng yang sempat bergabung dengan El Barca tanpa koneksi kuat dengan Messi tak bisa bertahan lama.

Alexis Sanchez, Zlatan Ibrahimovic hingga David Villa bisa menjadi contoh kasus. Isu ini muncul menyusul kedatangan Antoinne Griezmann yang kini menjadi sorotan. Ditransfer dari Atletico Madrid dengan banderol tak sedikit, pesepak bola Prancis ini dianggap belum sepenuhnya tune-in, terutama hubungannya dengan Messi yang diakui olehnya bukan sosok yang mudah untuk didekati.

Tak seindah mimpi Griezmann.

Sama-sama tak banyak cakap.

“Dia tak banyak bicara dan aku pun begitu, jadi sulit bagi kami untuk berbincang,” katanya dalam wawancara terakhir pekan kemarin. “Tapi kami sudah menikmati mate (teh herbal Afrika Selatan) bersama, jadi kami sudah memulainya dengan baik,” lanjutnya sambil tersenyum. Meski demikian publik tak serta merta mengamini Griezmann.

Apalagi Griezmann yang datang di tengah gosip kedatangan Neymar dikabarkan bukan pilihan Messi. Pemain Argentina itu gosipnya lebih suka dengan ide comeback Neymar. Benar atau tidak, dikutip dari DailyMail belum lama ini, “akur dengan  Messi” menjadi bagian integral dari para forward yang ingin berjersey Barca. Setidaknya demikian diungkapkan jurnalis Argentina, Sebastian Fest dalam bukunya The Messi Mysteri.

BFF now?

Ia mengupas gagalnya Zlatan Ibrahimovic membangun kemistri dengan Messi yang sudah menunjukkan penolakan sejak kedatangan Ibracadabra. Saat itu Messi yang ada di dalam bus tim mengirim pesan singkat pada pelatih Pep Guardiola. “Sepertinya aku sudah tidak penting lagi..” Pesan dikirim setelah Pep menempatkan Ibrahimovic di posisi yang membuatnya tak nyaman.

Pemain Swedia itu ditempatkan sebagai center-forward di awal musim 2009-2010. Dan hanya dalam satu tahun Barca sudah melepas pemain yang kini berkiprah di Major League Soccer Amerika Serikat tersebut. Berikutnya ada Alexis Shancez dan David Villa yang sama-sama berposisi foward dan sama-sama pula kesulitan untuk akur dengan Messi. Berbeda dengan Shancez, Villa bersedia “berkorban” dengan menjadi wing man andalan Messi.

Zlatan dan Sanchez gagal mendapat "restu" Messi.

Hasilnya di musim 2011 itu mereka berhasil mencicipi trofi Liga Champions setelah mengalahkan Manchester United. Jika Villa mampu beradaptasi, tidak demikian dengan Shancez. Neymar dan Luis Suarez menjad kasus lain yang berakhir happy ending. Suarez bahkan berteman dekat di luar lapangan dengan Messi. Neymar pun sukses bersama Barca setelah menyadari jika salah satu perannya adalah membantu Messi.

Meski demikian pemain Brasil itu tetap saja bete saat Messi menjadi berita utama setelah dirinya memimpin comeback Barca di laga kontra PSG. Ia merasa “hanya” menjadi bayangan Messi. Bagaimana dengan Griezmann? Pemain yang dikenal hobi melakukan selebrasi unik itu dinilai menghadapi "kasus sulit". Ini terkait rumor mengenai penolakan Messi sejak klub yang bermarkas di Camp Nou berencana merekrutnya.

"Aku yes!"

Suarez dan Messi akur di dalam dan di luar lapangan.

Namun Messi yang lebih menginginkan Neymar tak bisa mencegah kedatangan pemain timnas Prancis tersebut. Ia pun tak memperlihatkan keramahan saat ditanya mengenai kolega barunya itu. “Aku tak tahu banyak tentang dia. Aku juga baru cedera dan tak ikut latihan bersama tim. Saat mereka kembali dari tur aku tak banyak bertemu di ruang ganti dengannya. Tapi setelah kembali bergabung mungkin aku akan lebih banyak berbicara dengannya,” ujarnya dalam wawancara dengan Diario Sport di awal musim.

Hobi Griezmann yang biasa melakukan selebrasi tematik pun ikut menjadi persoalan. Mencetak dua gol di laga kandang perdana bersama El Barca, ia menyebut Messi menginspirasi golnya. “Aku sering sekali melihat Messi mencetak gol dengan gaya seperti itu, aku hanya menirunya,” katanya. Tapi rupanya sejumlah komentator mengkritik selebrasi Griezmann dengan menyebut harusnya ia tak hanya meniru teknik gol tapi juga tak merayakan gol berlebihan seperti Messi.

Messi ingin Neymar, klub pilih Griezmann.

Selebrasi Girezmann pun jadi persoalan.

Messi memang tak pernah ekspresif. Sebaliknya dengan Griezmann yang saat itu meniru selebrasi ala bintang basket LeBron James dengan menaburkan glitter. Disebutkan jika Messi tak terkesan dengan gestur heboh Griezmann tersebut. Tapi penolakan terhadap Griezmann lebih banyak dipengaruhi film dokumenternya bersama Atletico Madrid yang berjudul Decision jelang transfer.

Dalam seri pendek itu Griezmann mengungkapkan kebanggaannya bergabung dengan Atletico dan lebih jauh mengaku lebih suka bersama Atletico ketimbang menerima tawaran Barca. Saat akhirnya terbukti hengkang, selain memicu kemarahan suporter Atletico, Messi pun melihatnya sebagai karakter yang sulit ditoleransi. Tapi banyak juga yang menyebut jika Griezmann bisa meniru “taktik Villa” yang tetap bersinar tanpa harus berteman dengan Messi.

Keep pushing.

Sejauh ini meski berhasil mencetak gol, berita Griezmann masih kalah oleh catatan baru pemain muda Ansu Fati dan Carles Perez. Tak sedikit juga yang justru menyarankan agar Griezmann yang sama-sama berposisi forward sekalian mengkopi apa yang diakukan Suarez. Pemain Uruguay itu pun tak langsung dekat dengan Messi.

Ini terkait pembagian peran di lapangan. Tapi keduanya kemudian terlibat diskusi panjang mengenai hal tersebut. Musim 2015 mereka mulai tune-in bahkan hingga di luar lapangan. Terdengar sangat mungkin tapi seperti yang diungkapkan Griezmann pekan lalu, sulit membuka dialog dengan Messi.

Hmmm, so now what..?!

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA