Efek Liga Champions Berlanjut, Tim Junior Ajax Jadi Buruan Delapan Puluh 'Mata-mata' Klub Eropa

Soccer

Kamis, 19 September 2019 | 15:39 WIB

190919153954-efek-.jpg

dailymail

Sejak penampilan atraktif keduanya di ajang Liga Champions edisi 2018-19, pemain muda Ajax Amsterdam Frenkie de Jong dan Matthijs de Ligt masih mewarnai berita seputar  kejuaraan  antarklub Eropa tersebut. Kali ini kiprah mereka menjadi sorotan setelah tak lagi berjersey klub juara Eredivisie Belanda itu.

Meski tersingkir di semifinal, performa De Jong dan De Ligt mencuri perhatian klub raksasa Spanyol dan Italia. Hasilnya musim ini De Jong tampil bersama Barcelona, sedangkan kompatriotnya De Ligt menjadi penggawa Juventus. Sama-sama berusia muda dan hasil gemblengan akademi sama, sukses transfer duo Ajax yang total mencapai lebih dari dua triliun itu menarik kehadiran talent scout atau pencari bakat yang ikut memata-matai.

Para bintang Ajax U-19 berpose dengan trofi Nike Dutch Super Cup akhir Agustus lalu.

Frenkie de Jong (kiri) dan Matthijs de Ligt.

Selain De Jong dan De Ligt, masih ada nama Donny van de Beek yang siap meninggalkan klub. Pesepak bola 22 tahun itu kabarnya bakal hijrah ke Tottenham atau Real Madrid. Sukses akademi Ajax menghasilkan aset lapangan hijau dengan potensi finansial signifikan ini menjadikannya sasaran perburuan pencari bakat.  Ini terlihat dari laga tim U-19 mereka yang mengalahkan Lille pertengahan pekan lalu.

Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, tak hanya satu atau dua pencari bakat yang hadir tapi delapan puluh. Mereka mengamati skuad muda John Heitinga yang sekiranya memenuhi kriteria untuk ditawarkan dan dilaporkan pada klub perwakilan. Lalu siapa yang paling menarik minat? Berikut empat di antara yang paling prospektif dari akademi fantastis Ajax:

Devyne Rensch

Usia: 16

Posisi: Centre back

(Belanda)

Devyne Rensch disebut memenuhi syarat tipikal pemain Ajax.

Bermain di akademi muda Ajax sejak 2016, klub raksasa Belanda ini akhirnya  mengikat pemain berusia 16 tahun itu dengan kontrak profesional pertamanya pada bulan Maret lalu. Kontrak akan berakhir pada Juni 2022. Ajax mempertahankannya karena Rensch sosok bek yang diinginkan Ajax. Selain bisa bermain dengan aman dari belakang, ia juga memiliki jangkauan umpan yang impresif di usianya yang masih belia.

Gaya bermainnya dikritik memiliki beberapa risiko, tetapi ini diimbangi ketenangan dan kepercayaan dirinya. Kepala pengembangan skuad junior Ajax, Said Ouaali juga memuji Rensch yang disebutnya sebagai leader. "Dia tipikal pemain Ajax yang sangat cocok dengan klub," katanya. "Kepemimpinannya pun  menjadi kelebihan dan dia remaja yang bijak karena tahu keterbatasan dan kekuatannya."

Enric Llansana

Usia: 18

Posisi: Defensive midfielder

(Spanyol/Belanda)

Midfielder Enric Llansana berguru pada seniornya Andres Iniesta dan Sergio Busquets.

Lahir dan dibesarkan di Catalonia, Enric Llansana tetap mempertahankan akar Spanyol-nya meski berkiprah di Belanda sejak lebih dari tujuh tahun. Kapten U-19 Ajax ini mengaku mengikuti gaya permainan seniornya Andres Iniesta dan Sergio Busquets saat beroperasi sebagai midfielder.  Remaja 18 tahun ini juga memimpin dengan tegas dan mengorkestrasi permainan.

Llansana  pun dinilai serbabisa dengan posisinya sebagai bek tengah atau lebih jauh ke atas lapangan sebagai gelandang. Namun kekuatannya ada di pertahanan. Menanggapi kemenangan 4-0 atas Lille, kepada situs web resmi klub ia mengatakan, “Kami menunjukkan bahwa kami memiliki tim yang baik dalam beberapa laga terakhir. Kami meraih hasil yang baik dan ini awal yang juga oke.”

Sontje Hansen

Usia: 17

Posisi: Striker/Winger

(Belanda)

Sontje Hansen ikut melesakkan gol indah di laga Ajax kontra Lille pekan ini.

Sontje Hansen menjadi salah satu nama yang menonjol. Kemampuannya dianggap melebiihi usianya yang baru 17 tahun. Bermain di depan ia tetap bisa diandalkan dari sayap. Hansen juga tak egois sehingga menjadi mesin assist. Intinya, ia masuk dalam sistem permainan pelatih Heitinga.

Hansen juga ikut mencetak gol dalam laga melawan Lille. Tak hanya menghasilkan poin, prosesnya pun terbilang indah dan menunjukkan kepiawaiannya dalam tembakan kaki kiri. Namun penampilannya harus berakhir lebih cepat setelah cedera yang dialami di menit  84. Hansen ditandu keluar lapangan setelah Nassim Innocenti tanpa sengaja menginjak pergelangan kakinya.

Naci Unuvar

Usia: 16

Posisi: Attacking midfielder

(Belanda)

Namanya Naci Unuvar dan meski masih baru berusia 16 tahun Unuvar sudah  menjadi berita utama awal tahun ini berkat operannya yang diklaim sebagai “the pass of the season” dalam pertandingan U-17 melawan Feyenoord. Dia bisa melakukannya berkat kejelian mencari ruang dan memecah pertahanan lawan.

Wonderkid Ajax, Naci Unuvar menjadi bintang lainnya yang bersinar  di laga terakhir Ajax.

Penyerang kelahiran Zaandam ini juga memiliki kontrol luar biasa dan bakat di atas rata-rata. Kombinasi yang membuatnya menjadi mimpi buruk bagi sebagian besar skuad pertahanan lawan. Unuvar juga ikut mencetak gol kedua Ajax melawan Lille dengan proses yang membuat pendukung memberikan aplaus.

Sejauh ini Unuvar sudah dikaitkan dengan Manchester United dan Arsenal, tapi tampaknya Ajax masih akan  mempertahankannya dan mengasah kemampuannya.

Okay, noted!

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA