Dituding Jadi Biang Kekalahan di Laga Champions, Di-troll Liverpudlian Robertson Tutup Akun Twitter

Soccer

Kamis, 19 September 2019 | 10:17 WIB

190919101710-ditud.jpg

dailymail

Kekalahan Liverpool di laga perdana fase grup Liga Champions kala berhadapan dengan Napoli memakan korban. Bukan korban jiwa tapi tepatnya “korban perasaan”. Setidaknya tak  ingin berurusan dengan komentar yang bisa mengganggu emosi dan rasa, pemain The Reds Andy Robertson memilih menghapus akun Twitter miliknya.

Ini dilakukan menyusul troll alias bully yang membanjiri akunnya menyusul kekalahan 0-2 di kandang Napoli kemarin. Dikutip dari DailyMail, Kamis (19/9/2019) kapten Skotlandia itu dianggap menjadi biang kekalahan skuad Jurgen Klopp dari pasukan Carlo Ancelotti. Robertson “menghadiahkan” penalti bagi Napoli delapan menit menuju bubaran saat kedudukan kacamata setelah melanggar Jose Callejon.

Andy Robertson vs Jose Callejon, clean tackle or brilliant dive?

Really?

No mercy.

Penalti tuan rumah sukses dieksekusi Dries Mertens yang berhasil menaklukkan Adrian San Miguel di menit ke-82. Keunggulan yang kemudian bertambah berkat gol Fernando Llorente memanfaatkan kesalahan pertahanan Liverpool sekaligus memastikan kemenangan 2-0 Partenopei.

Meski masih ada satu kesempatan di laga kandang tapi sepertinya hasil negatif tadi terlalu menyakitkan bagi sebagian Liverpudlian yang kemudian ramai-ramai menyasar Robertson dengan komentar pedas hingga kata-kata tak pantas. “Learn how to f****** tackle idiot!”, “Go f*** a s****..”, “Oi! Robbo fix up man, kamu bahkan tak terdengar sejak musim lalu!”  Demikian di antara komentar para netizen.

Mertens' momentum.

"I'll take it!"

Keputusan penalti untuk Napoli sendiri dianggap kontroversial. Bos The Reds, Jurgen Klopp bahkan menyebut Callejon jatuh bukan akibat tekel melainkan sengaja diving. Penalti tetap diberikan karena review VAR dianggap tak cukup meyakinkan untuk membatalkan putusan wasit.  Keputusan Robertson yang  awalnya diragukan tampil untuk menghapus Twitter ini pun memicu komentar susulan. Tak sedikit yang menyebut troller Liverpudlian sudah keterlaluan.

I mean.. come on!



Editor: Mia Fahrani



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA