Begini Perasaan Ronaldo Saat Dituding Pemerkosa

Soccer

Selasa, 17 September 2019 | 09:34 WIB

190917093752-begin.jpg

@cristiano

Ronaldo dan Georgina

CRISTIANO Ronaldo merasa dipermalukan dengan tuduhan pemerkosaan yang pernah kembali diarahkan kepada bintang Juventus tersebut.

Wanita asal Amerika Serikat, Kathryn Mayorga, sebelumnya kembali melaporkan Ronaldo atas tuduhan perkosaan yang dilakukannya 10 tahun lalu di Las Vegas.

Media Jerman Der Spiegel pernah melansir bahwa mantan pemain Real Madrid tersebut membayar US$375 ribu atau setara (Rp5,2 miliar) sebagai uang damai agar Mayorga tak meneruskan laporannya itu ke pengadilan.

Baca Juga: Ronaldo Segera Akan Menikahi Georgina Rodriguez

Belakangan, Mayorga kembali mengungkapkan kasus dugaan perkosaan yang dilakukan Ronaldo terhadapnya. Namun pada Juli, Jaksa Penuntut Umum Clark County mengumumkan tak ada bukti-bukti mendukung atas dugaan perkosaan tersebut.

Meski sudah dinyatakan tak bersalah dan kasus ditutup, Ronaldo merasa harga dirinya sudah dihancurkan atas tuduhan tersebut.

"Mereka bermain-main dengan harga diri saya. Rasanya berat sekali. Anda punya kekasih, keluarga, dan anak-anak. Ketika mereka mempermainkan kejujuran Anda, sangat buruk dan berat," ujar Ronaldo dalam wawancara dengan Piers Morgan di ITV seperti dikutip dari AS yang dirilis CNN Indonesia.

Baca Juga: Calderon Ungkap Megatransfer Ronaldo dari MU ke Real Madrid

Ronaldo kemudian bercerita beberapa kali berusaha menjauhkan berita seputar dugaan perkosaan itu dari keluarga, terutama anak-anaknya.

"Saya ingat suatu hari sedang di rumah, ruang keluarga bersama kekasih saya sedang menonton televisi melihat berita. Mereka membahas Ronaldo, begini dan begitu."

"Saya kemudian mendengar anak-anak turun tangga dan saya segera mengganti saluran televisi karena merasa malu. Saya merasa dipermalukan, saya kemudian mengganti saluran agar Cristiano Jr tak melihat mereka tengah bicara buruk terhadap ayahnya terkait kasus yang amat buruk. Sejujurnya, itu membuat saya merasa hancur," ujar Ronaldo.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA