Sempat Dipertanyakan, Final UEFA Super Cup Liverpool vs Chelsea Dipimpin Wasit Perempuan

Soccer

Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:34 WIB

190815152639-sempa.jpg

dailymail

Laga puncak UEFA Super Cup yang mempertemukan Liverpool kontra Chelsea di Vodafone Park Istanbul, Turki semalam tak hanya menjadi milik The Reds yang memenangi trofi lewat drama adu penalti. Skuad Jurgen Klopp menjadi saksi catatan istimewa yang menandai pertandingan primer dengan tim pengadil perempuan.

Ya, para pencinta bola sepakat jika penjaga gawang Liverpool, Adrian bukan satu-satunya pahlawan di laga tersebut. Tapi juga Stephanie Frappart yang memimpin pertandingan bersama ofisial lapangan yang juga kaum Hawa dan satu ofisial pria Cuneyt Cakir.  Dikutip dari DailyMail, Kamis (15/8/2019) wasit Prancis Frappart bertugas dengan asisten Manuela Nicolosi dan Michelle O'Neill.

Ketiganya menjadi trio pengadil perempuan pertama yang memimpin pertandingan bola dengan pemain pria di pertandingan besar. Frappart yang sudah berpengalaman memimpin men football sejak April di Ligue 1 Prancis memiliki segudang pengalaman termasuk di ajang Piala Dunia Wanita, Juli kemarin.

Stephanie Frappart bersama ofisial lapangan Manuela Nicolosi dan Michelle O'Neill.

Lolos seleksi ketat.

Meski ada juga yang mempertanyakan kelayakan Frappart  memimpin final sekelas UEFA Super Cup tapi jauh lebih banyak yang memberikan apresiasi di antaranya Manajer Chelsea Frank Lampard dan bintang The Kopites Virgil van Dijk. “It's great news. I am very pleased to be a part of this moment in history. Memang sudah waktunya,” ujar Lampard.

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp tak ketinggalan memberikan dukungan. “'I think it's time. It's the first one, it's special, but I hope it's not the last time,” ujarnya lugas. Hal yang sama disampaikan defender Virgil Van Dijk, ”Gender tidak relevan dalam hal ini dan kualitas menjadi pertimbangan, dia (Frappart) ditunjuk untuk memimpin laga ini pasti karena layak, then that's fine. I think she deserves this game.” 

Dan di lapangan Frappart  menunjukkan kapasitasnya dengan memimpin berdasarkan manual dan disiplin. Ini terlihat dari sejumlah momen yang mengharuskannya menghadapi protes para pemain.

Sudah lebih dulu bertugas di Ligue 1 Prancis.

Didukung banyak pihak.

The comments.

One of the comments.

Frappart sendiri tidak mengeluarkan kartu sampai menit ke-79 ketika melayangkan kartu kuning pada pemain belakang Chelsea Cesar Azpilicueta akibat pelanggaran terhadap Sadio Mane. Kapten Liverpool Jordan Henderson juga mendapat kartu karena melakukan pelanggaran pada Emerson. Asisten Frappart pun dinilai mampu bertugas objektif dengan setidaknya tiga keputusan yang tepat.

Komentar datang ketika Frappart memberi Chelsea penalti di perpanjangan waktu setelah pemain depan Tammy Abraham jatuh oleh hadangan kiper Liverpool Adrian di area penalti. Dari pandangan wasit, insiden itu terlihat seperti pelanggaran. Namun tayangan ulang menunjukkan ada sedikit kontak antara kedua pemain. Keputusan pun diserahkan pada Video Assistant Referee (VAR) yang ikut meninjau.

Di luar itu meski baru mengawasi beberapa laga pria tapi Frappart lolos ujian fisik UEFA yang ketat untuk semua ofisial pria. Ini menandakan ia memiliki kemampuan atletik untuk mengimbangi intensitas bentrokan antara Liverpool dan Chelsea.

Tak terintimidasi.

Laki-perempuan.. no excuse!

Roberto Rossetti, kepala wasit UEFA yang menggantikan Pierliugi Collina  menegaskan  Frappart serta dua asistennya Manuela Nicolosi dari Prancis dan Michelle O'Neill dari Irlandia layak memimpin laga.

“Dia menjalani  musim yang hebat musim lalu. Dia melakukannya dengan sangat baik, begitu pun di Piala Dunia. Dia wasit laga final, jadi dia siap secara teknis, dia juga mengerti sepak bola, perwasitan, semuanya,” ujar Rossetti.

“Secara fisik dia berlari seperti wasit pria. Secara mental dia sangat kuat; dia siap untuk pertandingan ini. Saya pikir ini bukan masalah gender. Semua orang bisa membuat kesalahan. Saya yakin dia akan melakukannya dengan baik. Kami sudah punya ide (wasit wanita) ini dengan komite wasit UEFA saat  Piala Dunia. Mereka siap," lanjutnya.

Miliki kemampuan atletik sempurna.

All squad plus ofisial pria Cuneyt Cakir.

Jelang laga, Frappart dan asistennya juga menemui sejumlah awak media. Tapi UEFA membatasi hanya empat pertanyaan saja. Kala itu Frappart menegaskan dirinya tak terpengaruh oleh perhatian yang ditujukan padanya sebagai wasit wanita.

“Aku sudah lebih dulu ditunjuk menjadi wasit di Ligue 1 Prancis jadi aku sudah tahu seperti apa, juga apa yang kurasakan. Dan aku hanya akan berpihak pada aturan dan hasil latihan selama ini. Ini pun bukan laga pria pertama yang aku pimpin.  Tidak banyak berbeda dari laga wanita  karena sepak bola sama saja. Begitu pun tugas wasit, bedanya tim yang saling berhadapan saja. Bagiku tidak ada pengaruh apa pun. I am not afraid,” tegasnya.

Well done!

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA