Sensasi Baru La Liga, Dibanderol Nyaris Dua Triliun di Usia 19 Tahun Siapa Joao Felix?

Soccer

Senin, 24 Juni 2019 | 14:00 WIB

190624163520-sensa.jpg

dailymail

Dari sejumlah  nama besar yang terlibat dalam perputaran uang megatransfer  musim panas ini, sepertinya tidak ada yang lebih mengundang pertanyaan dari  transfer Joao Felix.

Diboyong Atletico Madrid dari Benfica dengan banderol 107 juta poundsterling atau tak kurang dari Rp 1,93 triliun di usia 19 tahun, Felix  menghadapi pertanyaan sama: apa iya Atletico tak sia-sia menggelontorkan uang untuknya?

Dikutip dari DailyMail kemarin, Wonderkid yang mengidolakan Cristiano Ronaldo itu mengakhiri musim terakhirnya sebagai juara Liga Primeira Portugal dengan 15 gol dan tujuh assist.

Terakhir ikut mengangkat trofi UEFA Nations League.

Joao Felix Stats

*2018-19 Primeira Liga stats only*

Matches: 26

Goals: 15

Minute per goal: 116

Assists: 7

Yellows: 2

Melesat mulus.

Sebelum berlabuh di Atletico Madrid, nama Felix sudah  lebih dulu dikaitkan dengan transfer sensasional sejumlah raksasa Eropa, termasuk Manchester City, Manchester United hingga Real Madrid. Tapi tampaknya ia memang “ditakdirkan” untuk Atletico yang bersedia memenuhi klausul rilis yang nyaris mencapai dua triliun rupiah.

Sempat dipertanyakan suporter kini banyak yang mulai meyakini jika sosoknya akan menjadi  pengganti alami Antoine Griezmann jelang kepindahannya ke klub rival La Liga Barcelona. Transfer Felix menjadi yang termahal kelima dalam sejarah setelah Neymar, Kylian Mbappe, Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele. Bedanya ia sudah berada di level ini di usia terbilang belia.

Pengganti alami Griezmann.

Lalu bagaimana Felix bisa sampai membuat klub papan atas menjadikannya sasaran transfer? Mulai mengasah keterampilan di lapangan hijau melalui akademi Os Pestinhas, Porto dan Padroense, Felix menarik minat Benfica yang mendapatkan tanda tangannya pada 2015. Tak langsung masuk tim utama, Felix membangun kariernya dari tim cadangan Benfica.

Ia baru  memulai debutnya secara profesional ketika berusia 16 tahun di tim cadangan LigaPro pada September 2016 dengan menjadi pemain pengganti melawan Freamunde. Kala itu ia menjadi bintang termuda yang bermain untuk tim B Benfica. Hasilnya banyak yang menyoroti potensinya yang dinilai luar biasa.

Setelah itu Felix memastikan dirinya berada di jalur cepat hingga namanya merangsek ke jajaran salah satu bintang terbesar Benfica. Dari sekian penampilan terbaiknya banyak yang terkesan dengan kontribusinya saat Benfica melawan Eintracht Frankfurt di Liga Europa pada April lalu.

The Next Ronaldo?

Dia menjadi pemain Benfica sekaligus pesepak bola Portugal termuda yang mencetak hattrick di kancah Eropa. Felix juga tercatat sebagai pemain  termuda di Liga Eropa musim lalu. Kemunculannya membuat publik Portugal berharap banyak dan melabelinya next Cristiano Ronaldo.

Biasa beroperasi di lini depan, Felix disebut memiliki permainan yang berkembang pesat terutama keterampilan kaki kanannya yang brilian saat memotong dari sayap kiri. Dia juga mampu beradaptasi dengan gaya permainan manajer baru Benfica Bruno Lage yang biasa memainkan pola  4-4-2 dan menduetkannya dengan pencetak gol terbanyak Haris Seferovic.

Terlalu "ramping".

Sebelumnya dengan pola 4-3-3 Felix lebih sering ditempatkan di sayap kiri di bawah bos sebelumnya Rui Vitoria. Kedatangan pelatih baru membuatnya kembali trengginas dengan mencetak enam gol dalam tujuh pertandingan terakhir bersama Benfica.

Terakhir  debutnya untuk timnas Portugal melawan Swiss di semifinal UEFA Nations League juga berakhir dengan gelar juara. Tak itu saja, ia bermain dengan legenda hidup Portugal, kolektor lima Ballon d'Or, Ronaldo. Ditanya mengenai kesannya bermain dengan CR7, ia menyebutnya tak terbayangkan. “Ronaldo seperti karakter jagoan dalam gim saja,” ujarnya.

Oy!

Banyak yang mengantisipasi penampilan perdana Felix sebagai debutan termuda untuk negaranya sejak pemain tengah Renato Sanches. Meski potensi dasarnya terasah baik sejak bergabung di divisi I  Portugal, tampil di laga  internasional merupakan hal berbeda. Felix dirasa sulit mendapatkan spot yang memberinya ruang  untuk menciptakan peluang agar tetap bersinar.

Tak itu saja, ada isu  lain yang disebut bisa menghalangi dirinya  berkembang. Felix masih terlihat kesulitan menghadapi defender berpengalaman di laga internasional. Possession juga kabarnya yang membuat Porto melepasnya di usia 15 tahun pada 2014. Postur tubuhnya pun  dinilai terlalu “ramping”. Meski demikian empat  tahun berikutnya ia membuktikan dirinya mampu bersaing dengan rekan-rekannya.

Potential to the max.

Masih banyak waktu yang diperlukannya untuk menjadi salah satu bintang terbesar Eropa.  Setidaknya optimisme datang dari mantan bosnya, presiden Benfica Filipe Vieira yang percaya kompatriot Ronaldo itu memiliki kans memenangi Ballon d'Or di masa depan. "Joao Felix dapat [memenangi Ballon d'Or] karena dia pemain muda yang terobosan-terobosan gila," katanya pada Radio Renascenca yang juga memuji karakternya.

“Di usia 19 tahun dengan sorotan tertuju padanya, kepribadiannya tetap sama. Masa depannya masih sangat panjang dan dia akan menjadi pemain top, aku  tidak meragukannya,“ lanjutnya. Meski tak lantas menyebutnya bakal menjadi pengganti Ronaldo, Vieira yakin Felix akan memiliki peran vital bagi sepak bola Portugal. "Dia memiliki potensi menjadi pemain elite, seperti Bernardo Silva yang sudah berada di antara yang terbaik."

Berada di tempat yang tepat.

Di luar pendapat dan prediksi yang tak selalu disepakati, ada satu hal yang sepertinya diiyakan para pengamat. Felix saat ini dinilai berada di tempat terbaik. Tepatnya mengembangkan karier  di level lebih tinggi  di bawah  Diego Simeone bersama klub yang bermarkas di Wanda Metropolitano.

Simeone dianggap master dalam hal disiplin taktik dan posisi. Pelatih berdarah Argentina itu  diyakini bakal memberikan Felix platform lebih dari sekadar mengembangkan sense of defense tapi juga menyempurnakan keterampilan menyerang.

Dan jika sampai Felix juga menunjukkan tingkat komitmen dan kemauan yang sama seperti Ronaldo dulu untuk beradaptasi di La Liga maka mulai musim depan para pencinta bola akan menyaksikan kiprah salah satu calon pemain terbaik dunia.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA